Jerman v Aljazair : Aroma Disgrace of Gijon

PORTO ALEGRE – Ketika Jerman berhadapan dengan Aljazair di Babak 16 Besar, ingatan publik sepak bola duni akan menerawang kembali memori Piala Dunia 1982. Pada Piala Dunia yang digelar di Spanyol tersebut, muncul insiden yang dikenal dengan sebutan Disgrace of Gijon.

Saat itu, muncul indikasi kesengajaan Jerman mengalahkan Austria. Ketika Jerman mencetak gol untuk unggul 1-0, kedua tim tampil tampak sengaja menjaga agar skor tidak berubah. Sebab, hasil tersebut membuat mereka sama-sama lolos. Sekaligus membuat Aljazair pulang dari Spanyol.

Kini, kedua tim akan kembali terlibat bentrok di Stadion Beira Rio Porto Alegre, Selasa (1/7) dini hari nanti. Tidak mengherankan, aroma balas dendam akan diusung skuad Aljazair di pertandingan ini.

Pelatih Jerman Joachim Loew tidak menampik prediksi tersebut. Menurutnya, insiden masa lalu tersebut akan digunakan pemain-pemain Aljazair sebagai motivasi untuk mengalahkan Jerman. ”Pertanyaanya, mengapa mereka (Aljazair) harus membalas dendam pada generasi para pemain Jerman yang sekarang ini. Namun mungkin laga ini akan berjalan sebagai motivasi untuk anak-anak Aljazair,” kata Loew, seperti dikutip Goal Indonesia.

Pada laga ini, Thomas Mueller tetap menjadi pilihan di lini depan Jerman. Loew menyebut, sejak masa pemusatan latihan Muller telah memperlihatkan kondisi luar biasa di segi fisik maupun mental. Dengan modal tersebut plus permainan cerdik, tak heran kalau bintang Bayern Munich itu bisa tampil istimewa di lapangan.

”Dari fase praturnamen jelas dia berada dalam kondisi fisik dan mental luar biasa bagus. Semua lawan kami kesulitan membendungnya karena pergerakan larinya sangat pintar dan dia terus muncul tiba-tiba di kotak penalti,” ujar dia.

Di sisi lain, pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic tetap memandang Jerman sebagai tim kuat. Der Panzer (julukan Jerman) merupakan sekumpulan pemain yang sulit dikalahkan. 

”Mereka adalah tim yang luar biasa, pasti sulit untuk mengalahkan mereka. Semua orang berbicara soal Aljazair dan Jerman pada 1982,” kata pelatih yang pernah membela tim nasional Yugoslavia ini.

Menghadapi Jerman, tim berjuluk Rubah Gurun ini akan kembali mengandalkan penyerang Islam Slimani, yang sundulannya berbuah gol untuk menyamakan kedudukan 1-1 menghadapi Rusia dan sekaligus mengamankan tiket ke Babak 16 Besar. (Sundoyo Hardi)