Dari Sampah, Raup Untung Juta-an Rupiah

Jika barang rongsok yang sering ditemukan di tempat sampah dianggap tidak berharga lagi, namun berbeda bagi Siti (35). Baginya barang-barang itu sangat berharga. Barang-barang itu pun ia peroleh dari pemulung satu ke pemulung yang lain, yang menjual kepadanya.

Tidak hanya menguntungkan bagi usahanya sebagai pengepul barang-barang bekas atau sampah. Namun, juga sebagai ladang rezeki bagi pemulung sampah, yang menyetorkan hasil sampah-sampah yang didapatkan. 

”Alasan saya memilih usaha ini, karena tertarik kalau melihat pengusaha pengepul sampah, sepertinya untungnya besar dan banyak yang sukses. Jadi saya tertarik begitu saja tidak terfikir untuk usaha yang lain. Dan Alhamdulillah bisa sampai seperti ini. Saya pun sudah menggeluti usaha ini delapan tahun lamanya,” kata Siti pemilik pengepul sampah di Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, Blora kepada Koran Muria.

Dari modal pinjaman 100 juta, ia membangun usaha sebagai bandar rongsok. Modal tersebut ia gunakan untuk menyewa tempat yang luas, timbangan barang dan untuk membeli barang-barang dari para pemulung yang menyetorkan barangnya. 

Promosi dari mulut ke mulut, akhirnya usaha yang ia kelola ini semakin berkembang dan hampir seluruh pemulung di Blora menyetor barang ke tempat Siti. 

”Awalnya dari satu dua orang pemulung yang menyetorkan barang, selanjutnya mereka memberi tahu teman-teman yang lain untuk menjual barangnya ke tempat saya. Karena saya memberikan harga yang pas pada mereka,” tuturnya.

Barang demi barang ia kumpulkan dan dipisah-pisah sesuai kelasnya, yakni kardus dikelompokkan dengan kardus, besi dengan besi, plastik dengan plastik. Kemudian ia masukkan dalam satu karung, untuk kemudian ia jual kembali ke pabrik-pabrik daur ulang.

”Kadang orang dari pabrik datang langsung ke sini, untuk mengambil barang-barang. Dan tiap truk saya bisa dapat keuntungan hampir 90 persen. Barang-barang kardus biasanya saya kirim ke Kudus, sedangkan besi ke Surabaya,” imbuhnya.

Dengan hasil usaha yang ia tekuni tersebut, kini Siti mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Dan dalam waktu kurang dari dua tahun, Siti bisa melunasi pinjaman modalnya. (Nur Hidayah/ Titis Ayu)