AFC Benahi Sepak Bola Asia

TOKYO – Piala Dunia 2014 Brasil bukan menjadi panggung yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para wakil dari benua Asia. Sebab, seluruh perwakilan Asia tidak satu pun yang lolos ke babak 16 besar. Kondisi demikian membuat otoritas sepak bola Asia yakni Asian Football Confederation (AFC).

Sebagaimana diketahui, perwakilan Asia yang ikut Piala Dunia adalah Jepang, Iran, Korea Selatan dan Australia. Tim-tim itu harus pulang lebih awal dari Brasil. Mereka tidak mampu bersaing dengan tim dari benua lainnya. 

Bahkan yang paling buruk, dari keempat wakil konfederasi AFC itu, tak satu pun yang dapat mengamankan tiga poin. Tentu saja hal itu menjadi prestasi terburuk sepanjang sejarah Piala Dunia bagi negara Asia sejak tahun 1994.

Melihat realita itu, presiden dari AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menyatakan bahwa sudah waktunya negara Asia belajar dan mulai memperbaiki kualitas sepak bola mereka. ”Piala Dunia kali ini memberikan kita pelajaran kepada seluruh negara Asia,” papar pria kelahiran Bahrain tersebut.

Dikutip dari Goal Indonesia, dia menambahkan, Asia harus mengakui kekurangannya. Hingga pada suatu saat nanti, Asia harus percaya pada kemampuannya sendiri. Tak ayal, Sheikh Salman juga menyebut bahwa AFC akan berusaha mengembangkan potensi sepak bola Asia. Di mana yang terpenting, katanya, pembinaan sepak bola berkelanjutan harus digalakkan.

”AFC bertekad untuk membuka potensi penuh dari sepak bola Asia, dan yang hanya dapat dicapai melalui kerja keras, dedikasi dan dukungan yang teguh dalam upaya AFC untuk memiliki pembinaan sepakbola yang sama dan berkelanjutan di seluruh kontingen,” ucapnya.

Sedikit gambaran wakil Asia. Adalah Australia yang masuk Grup B. Tim asal Negeri Kangguru ini tidak mengantongi poin sama sekali selama tiga pertandingan di babak penyisihan grup. 

Jepang bergabung di Grup C bersama Kolombia, Yunani, dan Pantai Gading. Jepang menelan kekalahan dua kali dan hanya sekali seri. Hal itu membuat Jepang berada di posisi buncit tangga klasemen grup. Dengan total poinnya 1.

Begitu juga Iran. Tim besutan Carlos Queiroz ini hanya mencatatkan poin 1 dari tiga pertandingan yang dilakoni. Praktis, Iran menduduki klasemen terbawah Grup F. Tidak jauh berbeda adalah Korea Selatan. Taeguk Warriors, julukan Korea Selatan hanya meraih poin satu. (Akrom Hazami)