Tempat Hiburan Ilegal Diawasi Ketat Selama Ramadan

PATI – Sejumlah tempat hiburan malam di Pati akan diawasi ketat selama bulan Ramadan. Pemkab Pati akan menjatuhkan sanksi tegas, jika ada tempat hiburan yang nekat beroperasi. Selain itu, pengawasan ketat juga akan dilakukan pada tempat hiburan liar.

Pengawasan ini ditingkatkan lantaran pengalaman tahun-tahun sebelumnya masih banyak tempat hiburan malam yang bandel. Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pati menyatakan, di Kabupaten Pati tercatat sebanyak 24 tempat hiburan malam yang berizin.

Kepala Disbudparpora Pati Sigit Hartoko mengatakan, pihaknya akan meberlakukan ketentuan tegas bagi pemilik atau pengusaha tempat hiburan yang melanggar ketentuan. Sebab, sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2013 dan SE Bupati Nomor 556/3.101, semua tempat hiburan malam harus tutup selama puasa.

”Hingga saat ini, kami masih terus berkoordinasi dengan polisi , Satpol PP, KPPT, dan paguyuban pengusaha karaoke. Sebab, jika tidak ditangani secara persuasif akan menimbulkan konflik saat Ramadan datang,” katanya, kepada Koran Muria, Jumat (27/6).

Ia menyatakan, sanksi yang akan diterapkan beragam. Mulai dari sanksi teguran, hingga penyegelan dan pencabutan izin usaha, jika kesalahannya fatal.

Sementara untuk tempat hiburan ilegal, pihaknya tidak segan untuk menjatuhkan sanksi pidana. Hal itu sesuai dengan ketentuan Perda No 8 Tahun 2013. Bahwa tempat hiburan harus mendapatkan izin resmi sebelum beroperasi.

Jika tempat hiburan ilegal tersebut nekat buka selama puasa, maka pihaknya akan langsung turun tangan.

Terpisah, Ketua Paguyuban pengusaha karaoke Kabupaten Pati Heri Susanto menambahkan, 24 pengusaha tempat hiburan malam sepakat untuk tutup selama sebulan penuh. 

”Jika masih ada anggota paguyuban yang ndableg, kami siap membantu dinas terkait untuk memberikan sanksi. Tapi di sisi lain, kami tidak bisa ikut mengontrol terhadap tempat hiburan atau karaoke yang ilegal dan tidak masuk dalam paguyuban,” imbuhnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)