Kendaraan Berat Picu Kemacetan dan Kecelakaan

JEPARA – Berbaga jenis kendaraan berat yang hilir mudik di jalur utama Jepara, antara lain truk tronton, kontainer pengangkut mebel, dan kayu merupakan kendaraan pemicu terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di Kota Ukir.  Hal itu karena kendaraan berat kerap melanggar peraturan saat melintas di sejumlah ruas jalan protokol pada jam-jam sibuk. 

Kapolres Jepara AKBP M Taslim Chaeruddin melalui KBO Satlantas Polres Jepara Iptu Hendra W Manurung mengatakan, pihaknya kerap memantau para pengemudi kendaraan berat yang tidak mentaati peraturan yang ditetapkan pemerintah daerah. Yakni kendaraan berat dilarang melintas di jalur utama pada pukul 06.00 hingga 08.00 dan pukul 12.00 hingga 14.00.

”Kendaraan besar masih sering melintas pada jam-jam sibuk. Padahal peraturannya, kendaraan berat yang tengah melintas pada jam-jam sibuk, sementara berhenti di tepi jalan. Selain pada jam-jam tersebut, kendaraan boleh melintas kembali,” papar Manurung kepada Koran Muria, Jumat (27/6)

Akibat pelanggaran lalu lintas tersebut, lanjut dia, ruas jalan utama di Jepara kerap terjadi kemacetan kendaraan, bahkan tidak jarang pula terjadi kecelakaan. Padahal, pihaknya sudah memberikan toleransi bagi kendaraan-kendaraan berat dalam beroperasi.

”Seharusnya, kendaraan besar tak boleh melintas di jalur utama melainkan di jalur lingkar. Untuk tonase kontainer mebel tidak melebihi tonase yang ditetapkan. Tapi, persoalan bukan pada tonase, tapi pada dimensi kendaraan yang besar dan panjang,” terangnya.

Menurut dia, ukuran kendaraan besar dan panjang tersebut, maka saat beroperasi pada jam sibuk memicu kemacetan. Sebab kendaraan lainnya tak berani mendahului, sehingga juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

”Kendaraan berat seperti container memiliki ukuran yang panjang. Bayangkan, katanya, jika kendaraan tersebut melintas beruntun dapat menyebabkan kemacetan dan kecelakaan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan kesadaran bersama. Terutama bagi pemilik mebel maupun kendaraan besar, agar mengoperasikan kendaraan pada malam hari atau di luar jam sibuk. 

”Selain itu, juga membutuhkan kerja sama dari para pengusaha, Dishubkominfo, serta kepolisian. Sehingga mampu mewujudkan ketertiban berlalu lintas di jalan raya,” pungkasnya. (Wahyu Kz/Sumarni)