Aktivis Pecinta Alam di Kabupaten Rembang Tolak Pabrik Semen

REMBANG – Puluhan mahasiswa dan aktivis pecinta alam di Kabupaten Rembang, menggelar aksi tolak pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Jumat (27/6). Massa yang mengatasnamakan Aliansi Warga Rembang itu menggelar aksi dengan membagi-bagi selebaran yang berisi tulisan tentang dampak negatif pendirian pabrik semen di wilayah Kecamatan Gunem.  

”Aksi ini sebagai bentuk penyadaran kepada warga tentang efek pendirian pabrik semen terhadap keberlangsungan sumber air. Sebab, penambangan yang akan dilakukan oleh pihak pabrik semen berada di daerah sumber air,” ujar Koordinator Aksi, Achmad Yoki Febrima sambil berkelilig di sejumlah ruas jalan di Rembang, kemarin.

Yoki mengatakan, jika daerah kawasan sumber air ditambang, maka sumber air di wilayah pegunungan akan rusak. Hal itu akan berdampak pada pelanggan air bersih di wilayah Rembang akan terganggu. Bahkan, saat ini belum seluruh warga bisa terlayani air bersih karena debit air terbatas. 

Berdasarkan data PDAM Rembang, suplai air bersih untuk Rembang kota dengan daerah pelayanan mencapai 83.981 ribu jiwa, baru terlayani 68.248. Ketersedian air bagi pelanggan PDAM itu, berasal dari mata air Sumber Semen Sale yang berkapasitas 40 liter perdetik, mata air mudal, dan Embung Banyukuwung.

Pihaknya mendesak agar wilayah cekungan air tanah Watu Putih harus dilestarikan dan bebas dari segala bentuk penambangan. Fokus pendemo adalah agar PT Semen Indonesia tak jadi beroperasi di Rembang. Jika Semen Indonesia berhenti, maka pelaku usaha penambangan lainnya di wilayah Gunem juga akan mengikuti.

”Untuk itu, kami dari aliansi warga Rembang menuntut PT Semen Indonesia menghentikan seluruh akrivitas pendirian pabrik semen, menarik seluruh alat berat di lokasi tapak pabrik, serta membatalkan pendirian pabrik semen di Rembang,” pintanya. 

Selain itu, Pemkab Rembang juga harus membatalkan izin lokasi penambangan, serta mengharap Gubernur Jateng menghentikan seluruh aktivitas PT Semen Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, di wilayah Kecamatan Gunem dan Sale telah beroperasi sejumlah usaha pertambangan. Antara lain Bangun Arta, Sinar Asia Fortuna, ICCI, Amir Hajar Kilsi, dan Arga Wastu. Dari sejumlah usaha pertambangan itu, PT Semen Indonesia adalah pabrik yang paling besar.  (Ahmad Feri/Sumarni)