Pura-pura Beli Motor Lantas Nekat Bawa Lari Anak di Bawah Umur

GROBOGAN-Berhati-hatilah bagi para orang tua dalam melakukan pengawasan kepada anaknya. Terutama anak gadis. Sebab, belakangan ini marak kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak. 

Di Grobogan, kasus yang hampir serupa juga dialami Bunga (nama samaran) yang baru berusia 15 tahun. Awalnya, si pelaku, yakni Kusno Anggoro bermaksud membeli sepeda motor milik nenek Bunga, warga Kecamatan Kedungjati. Namun, karena berdalih uang dibawanya kurang, pelaku lantas mengajak Bunga mengambil uang di ATM. Namun, setelah lama ditunggu, pelaku dan Bunga tidak kunjung datang. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan nenek Bunga ke Polsek Kedungjati.

Dihadapan petugas, nenek Bunga, Nanik Purwati (44) menceritakan, pelaku hendak membeli sepeda motor Honda Vario. Pelaku yang tinggal di Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro itu sepakat dengan harga jual yang ditawarkan. Tetapi, ia pamit mengambil uang dengan ditemani cucunya ke ATM. 

”Ia bawa sepeda motor yang akan dibeli dengan membonceng cucu saya. Tapi, sampai sore tidak kembali,” katanya.

Keesokan harinya, tambah Nanik, memperoleh SMS dari pelaku, yang isinya akan membunuh cucunya jika tidak ditransfer uang sebesar Rp 1,5 juta ke rekening yang telah ditentukan. Karena takut, ia melapor ke Satreskrim Polres Grobogan, untuk ditindaklanjuti. Petugas yang menerima laporan korban, langsung melakukan pelacakan keberadaan pelaku dan korban yang disekap. Tidak lama kemudian, pelaku berhasil diamankan di sebuah hotel di Surakarta. 

Kepada petugas penyidik, pelaku Kusno mengaku nekat membawa lari sepeda motor berikut cucu korban, karena tidak punya uang, dan tertarik dengan wajah Bunga. Selama di Surakarta, motor tersebut dijual seharga Rp 3 juta, dan Bunga dipaksa berhubungan intim.

”Uang hasil penjualan motor, saya pakai untuk beli handphone, biaya makan, dan membayar penginapan. Saya juga sempat memaksanya melayani saya,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Langgeng Purnomo didampingi Kasat Reskrim AKP Subagyo menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Surakarta. Pihaknya juga bekerja sama dengan Polresta Surakarta, sebelum membekuk pelaku. 

”Setelah melakukan penyisiran di sejumlah hotel di Surakarta, kami melakukan penangkapan. Pelaku kami tangkap, bersama korban yang disekap,” ujar kapolres. 

Dari tangan pelaku, turut diamankan barang bukti berupa baju tidur, jam tangan, sebuah handphone, handuk, dan tas. Pelaku terancam pasal 81 subsider pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.(Nurokhim / Aries Budi)