Pemilih Cerdas Tak Sekadar Lihat Tokoh

GROBOGAN-Menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014, Karang Taruna Grobogan menyelenggarakan seminar politik bertema ”Membangun kecerdasan berpolitik”, di ruang Riptaloka Pemkab Grobogan, Jumat (30/5). Acara tersebut dihadiripara pemuda karang taruna se Kabupaten Grobogan, pelajar, dan mahasiswa. Sebagai pembicara, didatangkan Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip Budi Setiyono, dan Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Ketua Karang Taruna Grobogan Wawan Kurniawan mengatakan para pemilih, terutama pemilih pemula, wajib tahu akan calon yang akan bertarung dalam Pilpres nanti. Setelah mengetahui calonnya, maka dipelajari visi misi dan program kerja masing-masing calon. 

”Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula, untuk mendapatkan pendidikan dan etika berpolitik. Diharapkan, masyarakat menjadi cerdas dalam berpolitik. Sehingga, tercipta demokrasi yang aman dan nyaman,” katanya kepada Koran Muria.

Sementara itu, Budi Setiyono menyatakan, pemilih hendaknya tidak sekadar memilih calon pemimpin karena ketokohannya atau personalnya saja. Tetapi, diharapkan bisa lebih condong ke program-program yang ditawarkan. Sehingga, mampu memecahkan persoalan rakyat yang sering kali dikeluhkan setiap kali ada pergantian pemimpin. 

”Saya menginginkan, Pilpres nanti bisa berkualitas. Itu bisa terwujud, kalau rakyat memilih calonnya berdasarkan program atau kebijakannya. Sehingga, masyarakat bisa menimbang, mana yang baik dan berkualitas,” jelasnya.

Ketua KPU Afrosin Arif juga berpendapat sama. Bahkan, ia menitip pesan, agar politik praktis atau politik uang, tidak lagi terjadi pada Pilpres nanti. ”Tolak, jika ada yang mengiming-imingi uang untuk memilih salah satu calon. Sudah tidak zamannya lagi,” tegasnya. (Nurokhim / Aries Budi)