Pemasangan Ornamen Ukir Pada Bangunan Kantor Pemerintah Kabupaten Jepara Belum Maksimal

JEPARA – Pemasangan ornamen ukir pada bangunan kantor pemerintah dan warga di Kabupaten Jepara, yang dicanangkan Gubernur Ganjar Pranowo pada 12 April lalu, serta diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2014 itu, belum dilaksanakan secara maksimal. Hingga kini tidak sedikit bangunan milik pemerintah yang belum melaksanakan aturan tersebut.

”Pencanangan baru sebulan lalu. Sehingga pelaksanaannya tidak dapat serta merta atau harus secara bertahap,” ujar Kepala Bagian Humas Setda Jepara Hadi Priyanto kepada Koran Muria, Jumat (30/5).

Menurut dia, pencanangan pemasangan ornamen ukir merupakan awal dari sebuah harapan untuk menguatkan identitas Kabupaten Jepara sebagai Kota Ukir. Untuk itu, pelaksanaan harus melalui proses dan berjalan secara bertahap.

”Saat ini masih dalam proses, termasuk masalah pendanaan. Karena untuk merealisasikan aturan tersebut butuh dana. Kalau belum ada anggaran, jelas belum berani melaksanakan,” terangnya.

Untuk memaksimalkan realisasi pencanangan tersebut, kata dia, diharapkan pada tahun 2015 semua sudah melaksanakan. Saat ini memang hanya beberapa bangunan yang telah melaksanakan pencanangan tersebut.

Ia menjeaskan, pencanangan yang tertuang pada Perbup tersebut,  bertujuan untuk menegaskan jati diri daerah. Langkah ini dimaksudkan untuk menguatkan Jepara, the world carving center, yang beberapa tahun terakhir mejadi branding daerah. 

”Kami berharap pemasangan ornamen ukir pada gedung dan bangunan lain milik pemerintah daerah, akan secepatnya selesai dan bisa diikuti masyarakat. Ketentuan ini terdapat pada pasal 9,” pungkasnya. (Wahyu Kz / Sumarni)