Pelatih Diklat Voli Pantai Kudus Bantah Gunakan Wasit Lokal dalam Kejurda Pelajar

KUDUS – Pelatih Diklat Voli Pantai Kudus Didik Maryadi membantah pemimpin pertandingan dalam Kejurda Pelajar 16-18 Juni mendatang akan menggunakan wasit lokal Kudus. Pihaknya pun memastikan wasit tersebut akan diambil dari Jawa Tengah, yang berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jateng.

”Semua wasit berasal dari Jawa Tengah dengan dipanitia langsung dari Dewan Hakim bagian Komisi Wasit Voli Pantai Jateng. Ini dilakukan karena pertandingan levelnya tingkat Jawa Tengah. Untuk Kudus memang ada, namun hanya sebagai pembantu wasit saja,”kata Didik kepada Koran Muria, kemarin (30/5_.

Dia menyebutkan, ketua wasit pemimpin pertandingan nanti adalah Fajar Widodo. Ia merupakan wasit tingkat nasional yang beberapa waktu yang lalu juga memimpin pertandingan Kejuaraan Weekend di Ivojo. Dari prestasinya ia juga diketahui memegang lisensi wasit Internasional.

”Jadi tidak asal pilih wasit. Bahkan lisensinya pun harus jelas. Kecuali wasit pembantu itu memang diperbolehkan tanpa lisensi,” ungkapnya.

Didik menegaskan, semua wasit tersebar dari Jawa Tengah. Mulai dari Semarang, Solo, Rembang, Demak dan Juga Kudus. Namun jumlahnya hanya sepuluh wasit saja, sebab hanya dua lapangan saja yang dipakai dan satu lapangan hanya membutuhkan lima wasit saja.

”Pertandingannya hanya menggunakan dua lapangan milik Ivojo. Dalam satu lapangan membutuhkan lima wasit. Satu wasit yang bertugas sebagai pemimpin pertandingan (di atas), kemudian wasit dua  yang dibawah atau mengasisteni wasit satu. Kemudian wasit skorset, wasit skortable dan dua wasit penjaga garis,” sebutnya.

Didik menambahkan, untuk dapat memimpin pertandingan harus berasal dari Wasit yang profesional. Seperti halnya kejuaraan pelajar yang profesional, sehingga tidak bisa sembarangan memngambil wasitnya.

Sebelumnya, Ketua II panitia Kejurda Subarkah mengatakan semua wasit berasal dari Kudus. Bahkan dia memastikan guru olahraga juga bisa menjadi wasit dalam kejuaraan Kejurda Pelajar. Ironisnya lagi, Subarkah mengaku jika lisensi wasit tidak menjadi permasalahan krusial untuk memimpin pertandingan. (Faisol Hadi / Supriyadi)