Membaca dan Menulis dapat Menyuburkan Kreativitas

Oleh MASWAN

Dosen Fakutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara, 

Mahasiswa S3 UNNES Semarang

 

Para ahli bahasa berpendapat, ”bacaan dapat membentuk manusia seutuhnya”. Artinya, jika kita membaca bacaan dengan mampu memaknai setiap detail-detail kata yang tersusun dalam struktur kalimat, akan memperoleh segudang ilmu. Manusia dengan ilmunya, akan mampu membentuk diri sendiri secara utuh.

Bacaan dalam sebuah wacana mampu memberikan rangsangan  pada pemunculan ide dan pengembangan imajinasi. Bacaan macam apa yang mampu menumbuhkan pencetusan ide dan menyuburkan imajinasi dan kreativitas kita. Tentu bacaan yang mampu memberi kemanfatan hidup dan kebutuhan perkembangan kejiwaan kita, yang pada gilirannya akan memacu pada sebuah kekaryaan. 

 

Berpikir Saat Membaca

Buku-buku fiksi merupakan salah satu alat bantu pengasah imajinasi yang baik. Misalnya cerita-cerita misteri akan memberikan latihan kekreatifan, jika saat membaca kita bertindak seolah-olah adalah seorang tokoh pelakunya, bukan hanya sekadar sebagai penonton. 

Untuk mendapatkan kekreatifan dari jenis cerita, sebaiknya kita mencoba untuk membaca setengah cerita saja, kemudian pikirkan dan kita buat perinciannya. Lalu kita dapat berpikir untuk separuh atau setengah cerita yang lain. Dengan jalan demikian, kita dapat memberikan latihan yang cukup bagi imajinasi kita.

Menurut penilaian Henry Enerson Fosdick, bacaan yang paling bermanfaat adalah biografi. Setiap penulisan riwayat hidup yang berharga, tentu mengungkapkan catatan mengenai pencetusan ide yang dapat menimbulkan semangat bagi orang lain. 

Majalah dan surat kabar, juga sangat membantu dalam mengisi bahan imajinasi. Misalnya majalah wanita tidak hanya sekadar memberitakan informasi aktivitas para wanita, tetapi juga seringkali memuat artikel-artikel yang dapat memberikan inspirasi bagi usaha-usaha kreatif kewanitaan.  Majalah dan surat kabar yang memuat tulisan ilmiah populer, juga akan memberikan kepada pembacanya pada suasana kreatif dan juga berfungsi sebagai tempat pameran atau penemuan ide-ide baru.

Banyak di antara kita yang membiarkan otak kita, hanya sekadar menyerap apa saja yang dibacanya, tetapi tidak pernah mendesak untuk melakukan usaha-usaha yang kreatif, bagaimana menuliskannya. Sebenarnya kita mempunyai energi dan potensi yang cukup untuk melatih kekuatan kreatifitas dalam bidang penulisan.

Dalam buku yang ditulis Mortimer Adler, How To Read A Book, dibedakan antara informasi dan penerangan sebagai hasil dari membaca. Suatu perbedaan yang menentukan tentang sampai sejauh mana bacaan dapat membantu perkembangan kreatifitas imajinasi. Untuk mendapatkan kejelasan, kita harus berpikir pada saat membaca. Dengan demikian lebih banyak ide yang akan kita dapatkan dari membaca dalam keseluruhan halaman. 

Bacaan akan memberikan rangsangan kekreatifan yang jauh lebih baik,  apabila pada saat membaca, kita membuat catatan. Hal ini menyebabkan kita menggunakan energi yang lebih banyak. Hampir dalam seluruh kehidupan kita diharapkan dapat berhubungan dengan bacaan. Di meja, didekat tempat tidur, dan di mana saja kita berada, kalau diwarnai buku-buku bacaan yang sering dibacanya maka dapat dipastikan kita akan kaya dengan ide, lebih-lebih kalau kita mau mencatat apa-apa yang kita anggap penting dan berharga dari bacaan tersebut.

Mengarang sebagai Latihan Kreativitas

Mengarang adalah menuliskan rangkaian kata dan kalimat dalam perekayasaan gagasan. Mengarang sangat bermanfaat untuk melatih imajinasi. Tes-tes ilmiah menilai, fasilitas dalam karang mengarang adalah sebagi bahan dasar dari bakat yang kreatif. Ada sementara orang berpendapat, bahwa latihan mengarang sangat diperlukan oleh setiap upaya mental yang mengarah pada efisiensi kerja. Kemampuan merekayasa dari bahan baku yang masih berserakan untuk dipadukan menjadi konstruksi yang baik, itulah keahlian mengarang.

Kita tidak harus dilahirkan sebagai penulis (pengarang). Setiap penulis dulunya juga orang biasa. Banyak penulis-penulis terkenal, yang seolah-olah namanya tidak pernah absen dilembaran surat kabar atau majalah. Mereka dapat berhasil demikian tentu saja mengalami proses panjang dari latihan, dan tidak pernah putus asa. Dan memang perlu disadari bahwa penulis bukanlah bakat yang langsung dimunculkan, tetapi faktor berlatih menentukan sekali keberhasilan dari seorang penulis.     

Kendati, sekaligus kita tidak mencoba untuk menulis secara profesional, masih banyak bentuk usaha amatir yang dapat mempertajam pikiran-pikiran kreatif kita. Bahkan, menulis surat pribadi kepada teman atau orang tua, juga memberi latihan kita yang sangat berguna, dan tentu saja apabila dilakukan dengan benar dan tepat.

Dengan menulis atau mengarang kita dapat mengorganisasikan pikiran secara baik. Dan dalam menghadapi persoalan, bagi kita yang terbiasa mengarang tidaklah merasa bingung dan takut. Hal seperti ini, telah terbiasanya latihan berpikir dan seringnya bertanya pada dirinya sendiri dengan perangkat pertanyaan, ”apa, mengapa dan bagaimana”. Setiap pengarang, pasti akan tanggap terhadap masalah yang timbul. Sehingga seolah-olah dengan timbulnya masalah, mereka ikut terlibat berbicara, berpikir untuk memecahkan masalah lewat rangkaian kata-kata yang disusunnya.

Demkianlah dua hal, membaca dan menulis menjadikan kita hidup, akan lebih hidup. Jika kita terbiasa membaca. Membaca apa saja, membaca teks bacaan, membaca situasi atau keadaan, membaca objek-objek benda yang ada dalam pikiran kita adalah modal penggalian ilmu. Dan ilmu kita akan bermanfaan dan berkembang, manakala kita mampu menuliskan untuk dipublikan agar dibaca oleh orang banyak. Ya,inilah hidup kita akhirnya berguna untuk orang lain. (*)