Hari Pertama Verifikasi, Puluhan K2 Kabupaten Jepara Terlantar

JEPARA – Puluhan honorer kategori dua (K2) Kabupaten Jepara yang akan mengikuti verifikasi faktual telantar di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Jumat (30/5). Bahkan para peserta mengira verifikasi kembali ditunda lantaran Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah baru tiba sekitar pukul 11.00.

Hari pertama pelaksanaan verifikasi faktual berkas CPNS jalur K2 diduga palsu tersebut, dijadwal mulai pukul 09.00. Namun karena Ombudsman sebagai pendamping BKD datang terlambat sekitar dua jam, sehingga tidak sedikit peserta mengeluhkan molornya waktu pelaksanaan verifikasi.

Selain mendatangkan 48 K2 diduga palsu, verifikasi faktual juga dihadiri sejumlah saksi. Yakni para kepala sekolah dan guru senior yang bersangkutan. Sehingga tidak sedikit guru terpaksa meninggalkan murid untuk mengikuti verifikasi faktual tersebut.

”Informasinya dimulai pukul 09.00, tapi Ombudsman tiba di kantor BKD pukul 11.00. Ini tidak konsisten. Padahal sebagai kepala sekolah saya meninggalkan banyak pekerjaan di sekolah,” ujar Kepala SD 1 Mindahan Batealit Jepara, Rahmanto saat menghadiri verifikasi faktual sebagai saksi salah satu honorer K2 diduga palsu, kemarin.

Akibat keterlambatan tersebut , kata dia, para  honorer K2 diduga palsu yang mayoritas guru telantar di teras kantor BKD.  Selain itu, verifikasi dilaksanakan mepet atau beberapa menit sebelum waktu shalat Jumat. 

”Hal ini sangat tidak efektif. Kalau kayak gini kan pasti sampai malam selesainya. Semestinya jadwalnya verifikasi dibagi sore dan malam. Sehingga kami  tidak terlalu lama yang menunggu disini,” ujarnya.

Selain Rahmanto, puluhan kepala sekolah dari beberapa kecamatan di Jepara juga turut hadir sebagai saksi verifikasi faktual hari pertama. Antara lain kepala sekolah dasar di Kecamatan Batealit, Donorojo, Bangsri, dan Welahan.

Sementara itu, Ketua Ombudsman Perwakilan Jateng Achmad Zaid mengatakan, pihaknya terlambat lantaran perjalanan dari kantor di Semarang ke Jepara, membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu, pihaknya juga harus menyelesaikan pekerjaan lain terlebih dahulu sebelum berangkat ke Jepara.

Menurutnya, pelaksanaan verifikasi faktual akan berlangsung selama empat hari. Yakni mulai Jumat (30/5), Sabtu (31/5), Senin (2/6), dan Selasa (3/6). Rencananya, setiap hari BKD dan Ombudsman akan melakukan verifikasi faktual terhadap sekitar 50 K2 diduga palsu.

Sebanyak 228 K2 diduga siluman hanya sekitar 200 yang mengikuti verifikasi faktual. Sebab, sekitar 20 K2 telah dicoret, lima tidak lulus tapi melakukan pemberkasan, dan beberapa nama ganda. (Wahyu Kz / Sumarni)