Gedung Ngasirah Dipihakketigakan?

KUDUS – Salah satu aset yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yaitu Gedung Ngasirah, tampaknya bakal segera beralih pengelolaannya. Yakni dialihkan pengelolaannya kepada pihak ketiga.

Dari informasi yang beredar, Gedung Ngasirah memang akan dipihakketigakan pada mulai Juli atau Agustus mendatang. Itu sebabnya, pengelola gedung ini, tidak lagi menerima permohonan peminjaman gedung.

Hal itu dialami sendiri oleh salah seorang calon penyewa gedung bernama Ayu Indah, warga Desa Mlatir Lor, Kecamatan Kota. Saat hendak menyewa gedung tersebut untuk keperluan acara pada bulan Agustus mendatang, pihak pengelola setempat mengaku tidak lagi menerima penyewa.

”Waktu itu, saya ingin membuat acara pada bulan Agustus. Inginnya memang di Gedung Ngasirah soalnya kan pesertanya dari berbagai kota. Jadi, lebih strategis. Tapi, katanya sudah tidak bisa lagi disewa. Sudah diambil alih sama pihak lain katanya. Tidak dikelola oleh pemkab lagi,” jelasnya.

Jika ini benar, maka Ayu jelas sangat kecewa. Pasalnya, Gedung Ngasirah memang termasuk gedung pertemuan yang sangat strategis. Letaknya di Jalan Jenderal Sudirman atau di pinggir jalan besar, memang membuat gedung ini menjadi incaran orang-orang yang hendak membuat acara.

Apalagi, menurut Ayu, meminjam gedung memang tidaklah mudah di Kudus ini. Selain jumlahnya yang terbatas, Gedung Ngasirah juga memiliki tarif sewa yang cukup murah dibanding yang lain. ”Saya pikir gedung ini memang cukuplah kalau untuk menggelar acara. Fasilitasnya juga lumayan. Selain memang murah tentunya. Tapi kok, akan dikelola oleh pihak swasta katanya. Jadi, kami sekarang harus mencari gedung lain,” tuturnya.

Saat didatangi ke pihak pengelola gedung, memang membenarkan jika tidak lagi menerima penyewa mulai bulan Juli mendatang. Pasalnya, gedung akan dipindahkelolakan ke pihak lain. ”Tapi siapa yang menyewa, saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas, tidak menerima lagi penyewaan. Coba ditanyakan ke Bagian Aset di Pemkab Kudus sana rinciannya. Kalau kita tidak tahu apa-apa soalnya,” ujar salah seorang penjaga di Gedung Ngasirah.

Di sisi lain, tidak banyak jawaban yang dikeluarkan Kepala Bagian (Kabag) Aset Setda Kudus Edi Joko Pranoto saat ditanya mengenai pemindahan pengelolaan Gedung Ngasirah kepada pihak ketiga. Dia hanya mengatakan semua itu masih dibicarakan. ”Semua masih kita bicarakan, kok. Belum ada keputusannya. Nanti saja, ya,” katanya usai pertemuan dengan Himpunan Pedagang Kudus Plasa (HPKP) kemarin. (Faisol Hadi / Merie)