Bus Tak Mau Masuk Terminal Induk Purwodadi Suparno

GROBOGAN-Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Terminal Induk Purwodadi Suparno mengatakan bus yang seharusnya masuk terminal, sejak dua bulan terakhir tidak mau masuk. Hal itu menyebabkan, pendapatan terminal Purwodadi mengalami penurunan. Setidaknya, penurunan pendapatan yang terjadi mencapai 15 persen.

”Pendapatan terminal turun hingga 15 persen. Karena, banyak bus yang tidak mau masuk terminal,” katanya.

Menurut Suparno, alasan para sopir bus tidak mau masuk terminal, karena ada kendala pada proyek betonisasi di beberapa ruas jalan provinsi, yang ada di Grobogan. Sehingga, banyak bus yang memutar arah, dan tidak melalui terminal induk. 

”Kami akui, memang ada sejumlah perbaikan di ruas jalan di Grobogan. Sehingga, bus banyak yang terjebak kemacetan dan memilih memutar arah,” jelasnya.

Suparno menjelaskan, dalam keadaan normal, pendapatan setiap hari rata-rata di Terminal Induk Purwodadi bisa mencapai Rp 700 ribu. Pendapatan tersebut diperoleh dari hasil retribusi bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antarkota dalam provinsi (AKDP), dan bus perdesaan. Setiap hari, lanjutnya, di Terminal Induk Purwodadi disinggahi 27 bus AKAP, 202 bus AKDP, dan 51 bus perdesaan.  ”Terakhir, di bulan April kemarin, setiap hari capaian maksimalnya sebesar Rp 600 ribu,” imbuhnya.

Diketahui, selain karena banyaknya proyek betonisasi di sejumlah ruas jalan di Grobogan, faktor internal terminal juga menjadi kendala. Kondisi bangunan Terminal Induk Purwodadi yang memprihatinkan, juga membuat pendapatan terminal menurun. 

Pada 2013 lalu, Terminal Induk Purwodadi pernah mendapat anggaran perawatan dari APBD sebesar Rp 10 juta. Namun, anggaran tersebjt hanya diperuntukkan bagi penyediaan alat tulis kantor (ATK). Sedangkan pembenahan dan perbaikan sarana prasarana terminal tidak ada.(Aries Budi)