Buruh Tani di Desa Pragen, Kecamatan Pamotan Beralih Membatik

REMBANG – Buruh tani di Desa Pragen, Kecamatan Pamotan, mulai  tertarik menekuni  seni batik. Keinginan parawanita yang selama ini berprofesi sebagai buruh tani beralih menjadi buruh membatik, mendapat  sambutan baik pemerintah desa.  Sebab, membatik selain dapat menambah pendapatan keluarga, juga sebagai upaya melestarikan budaya khas daerah.

Tim pengelola kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, Desa Pragen, Lasnuri mengatakan, untuk menunjang kegiatan belajar membatik, pemerintah desa  menggelar pelatihan membatik yang akan dikemas dalam program PNPM Mandiri Pedesaan.

”Sebelumnya sebenarnya sudah ada warga yang mencoba menekuni bidang membatik, namun hasilnya kurang memenuhi standar kualitas produk,” katanya.

Selain itu, kata dia, produk batik juga terkendala masalah pemasaran. Melalui pelatihan tersebut,  diharapkan produk yang dihasilkan bisa memenuhi standar. Sehingga nantinya dapat meningkatkan SDM warga Desa Pragen.

Lasnuri mengatakan, penyelenggaraan pelatihan membatik bakal digelar di Balai Desa Pragen, dengan jumlah peserta 30 orang yang dibagi tiga kelompok. Namun tidak menutup kemungkinan, jumlah peserta  akan bertambah. Pelatihan tersebut digelar 10 kali pertemuan selama 4 hari sekali. Setelah itu ada pemantauan selama dua bulan yang dilaksanakan setiap satu minggu.

”Pelatihan batik ini sepenuhnya menggunakan dana dari PNPM. Untuk tahun 2014, dana yang dianggarkan untuk pelatihan mencapai Rp 15 juta-Rp 20 juta. Dana tersebut meliputi pembelian bahan, alat, modul, honor pelatih, serta sertivikat peserta,”terangnya. (Ahmad Feri/Sumarni)