20 Siswa MI Imaduddin Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kudus Keracunan Jajanan

KUDUS – Dua puluh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Imaduddin Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kudus keracunan jajanan yang dijual pegadang keliling, Jumat (30/5) kemarin. Sampai tadi malam, sembilan siswa masih mendapat perawatan di Puskesmas Mejobo. Sedangkan 11 lainnya menjalani rawat jalan. Awalnya, hanya 19 siswa yang mengalami keracunan dan dirawat. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, terdapat satu siswa lagi yang dibawa ke puskesmas.

Peristiwa ini bermula saat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut memasuki jam istirahat. Di saat itu, banyak siswa memanfaatkannya untuk jajan di pedagang keliling yang mangkal di luar sekolah. 

Salah satu jajanan yang diburu siswa yakni mie ayam. Berbeda dengan biasanya, mie ayam yang dijual pedagang kelililing ini ditaruh dalam gelas plastik minuman mineral. Satu gelas mie ayam dijual dengan harga Rp 1.000, sehingga terjangkau oleh uang saku para siswa.

”Sekitar pukul 09.30 saya membeli mie ayam di depan sekolah. Setelah makan, belum merasakan apa-apa. Namun sekitar satu jam kemudian, tiba-tiba kepala saya menjadi pusing dan muntah-muntah,” kata Samsul Hilal, salah satu siswa yang mengalami keracunan kepada Koran Muria, kemarin.

Menurut siswa berusia delapan tahun ini, mie ayam tersebut sudah biasa dia beli saat jam istirahat pertama bersama teman-temannya. Melihat banyak siswa yang muntah-muntah, pihak sekolah langsung membawa mereka ke Puskesmas Mejobo yang tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.

Hal senada diungkapkan Sella Nur Majid (10). Siswa Kelas V tersebut juga membeli mie tersebut. Setelah muntah-muntah, dia kemudia dihampiri seorang guru dan dibawa ke puskesmas.

Puskesmas Mejobo bertindak sigap. Mereka ikut menjeput para siswa yang keracunan tersebut dari sekolah dengan mobil ambulans. Dengan tujuan, mereka bisa segera mendapatkan perawatan. ”Setelah beberapa siswa dibawa ke puskesmas, kami ikut menjemput siswa lainnya. Sebab, jumlah yang keracunan ternyata banyak. Namun, tidak semua siswa mengalami keracunan yang parah. Jadi, ada yang mendapat harus rawat inan dan ada yang cukup dengan rawat jalan,” uca Supriyanto, staf perawat Puskesmas Mejobo. (Faisol Hadi / Sundoyo Hardi)