PERSIPA 0-3 PSISra : PERSIPA Kalah Akibat Kolektifitas Tak Maksimal

PATI – Belum maksimalnya pembentukan kolektvitas permainan tim, memaksa Persipa Pati harus menelan pil pahit dengan kekalahan telak  0-3  menghadapi PSISra Sragen di laga perdana Divisi 1 Grup 7, di Stadion Satria, Banyumas, Rabu (30/4) petang.

 Meski belum berhasil menang, setidaknya Laskar Saridin sudah tampil dengan performa maksimal. Selain juga menambah jam terbang para pemainnya.  

Ketua Pelatih Persipa Margono mengatakan, kekalahan yang diderita anak asuhnya pada laga perdana ini membuktikan masih kurang maksimalnya persiapan dan pemusatan latihan sebelum berangkat ke Banyumas. Pasalnya, dengan keterbatasan waktu serta pembentukan tim yang belum maksimal juga berimbas kepada mental pemain di lapangan selama 2 kali 45 menit pertandingan.

”Jika dilihat dari potensi pemain, sebenarnya kapasitas pemain kami masih kalah jauh dengan prestasi tim yang kami hadapi. Karena dengan amunisi pemain muda yang masih terbatas pengalaman, kami juga masih kesulitan dalam membina mental pemain dalam kurun waktu yang terlalu singkat,” katanya saat dikonfirmasi Koran Muria, petang kemarin.

Meski begitu, dari penampilan semua pemain selama pertandingan ada kebanggaan tersendiri bagi pelatih. Karena semua pemain bisa bermain total.

Lebih lanjut Margono menuturkan, meski harus menerima kekalahan melawan PSISra Sragen dengan skor 3 0. Menurutnya, itu tidak sepenuhnya menjadi pengalaman buruk bagi skuadnya dan jajaran pelatih Persipa. Sebab, belajar dari pengalaman dan atmosfir pertandingan dalam kompetisi nyata seperti ini akan lebih efektif untuk membentuk mental dan kolektivitas timnya agar tampil lebih maksimal.

”Soal pengalaman, proyeksi kami dari semua pemain Persipa yang kami terjunkan memang baru bisa dirasakan pada 2-3 tahun ke depan. Sebab melihat potensinya, jelas pemain muda kami masih butuh banyak jam terbang untuk mengasah kemampuan individu serta menyeimbangkan permainan dan kolektifitas tim,” ujarnya.

 Karena dengan mengandalkan semua potensi yang ada, kami masih optimistis Persipa bisa menorehkan prestasi atau setidaknya bisa naik ke level profesional meski masih butuh waktu untuk beradaptasi dalam kompetisi. (Syamsul Falak / Akrom Hazami)