Perbaikan Jalan yang Rusak di Kabupaten Grobogan Butuh 15 Tahun

GROBOGAN-Proses perbaikan jalan yang rusak di Kabupaten Grobogan, membutuhkan dana dan waktu tidak sedikit. Sebab, dengan total panjang jalan di Grobogan 890,1 kilometer, sekitar 700 kilometer tercatat rusak parah.

”Kalau setiap perbaikan jalan sepanjang satu kilometer menghabiskan dana sebesar Rp 2 miliar, maka dibutuhkan dana sebesar Rp 1,4 triliun. Sekarang dihitung saja, panjang jalan yang rusak ada ratusan kilometer,” kata Bupati Bambang Pudjiono melalui Kabag Humas Ayong Muhtarom kepada Koran Muria, Rabu (30/4).

Dengan anggaran sebesar itu, tambah Ayong, maka pemkab membutuhkan waktu hingga 15 tahun untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak itu. Sebab, anggaran setiap tahunnya tidak bisa digunakan untuk memperbaiki jalan secara keseluruhan. 

”Anggaran perbaikan jalan tahun ini, dianggarkan Rp 102 milar. Sementara untuk tahun depan, anggarannya direncanakan naik menjadi Rp 200 miliar,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ayong menambahkan, dengan anggaran setiap tahun hanya sebesar itu, maka jalan Grobogan bisa nyaman dilalui membutuhkan waktu selama 15 tahun. Meski demikian, di masa periode bupati sekarang yang berakhir pada 14 Maret 2016 mendatang, diharapkan mampu mengurangi jumlah jalan rusak. 

”Untuk perbaikan jalan, memang tidak bisa diperbaiki semuanya. Tetapi, untuk prioritas utama perbaikan, berada di jalan Penawangan-Sedadi, Kecamatan Penawangan. Kemudian di Jalan Danyang-Tuko, Kecamatan Karangrayung, dan Jalan Truko-Jeketro, Kecamatan Gubug,” terangnya.

Selain itu, tidak hanya perbaikan jalan yang masuk dalam skala pembangunan Grobogan. Bagi jalan-jalan yang dirasa kurang lebar, akan diperlebar. Terutama di Jalan Untung Suropati, agar di maksimalkan, dan Jalan Glendoh ke barat mulai dari Jalan R Soeprapto Purwodadi. (Nurokhim / Aries Budi)