Pengidap HIV/AIDS di Jepara Terus Meningkat

JEPARA-Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan. Pada 2012 sebanyak 59 orang positif mengidap HIV/AIDS. Kemudian tahun 2013 jumlah penderita bertambah menjadi 89 orang. Sedangkan hingga Maret 2014, tercatat  15 orang terkena virus mematikan tersebut.

”Kami meyakini di luar data tersebut masih banyak lagi. Ini hanya data yang kami himpun dari hasil pemeriksaan,” ujar Kepala Poli VCT RSUD Kelet Tomy Nugroho kepada Koran Muria, kemarin.

Hingga saat ini, kata dia, penyebaran penyakit tersebut seperti kasus-kasus sebelumnya. Yakni melalui jarum suntik, dan hubungan badan yang tidak memakai pengaman, serta kerap gonta ganti pasangan. Untuk menekan peningkatan angka penderita HIV/AIDS  yang setiap tahun cenderung naik, pihaknya semakin gencar melakukan pemeriksaan secara jemput bola ke berbagai tempat yang diduga menjadi sarang penyebaran. 

”Beberapa tempat yang berpotensi tinggi menyebarkan HIV/AIDS antara lain, tempat-tempat hiburan malam, karaoke, lokalisasi, serta komunitas waria. Sementara ini, untuk tempat karaoke belum menemukan. Sedangkan untuk PSK dan waria sudah ada yang positif,” terangnya.

Ia menjelaskan, Voluntary Conseling Test (VCT) HIV/AIDS di  RSUD Kelet, setiap bulan melakukan pemeriksaan terhadap 150 hingga 200 orang. Untuk di Kabupaten Jepara, terdapat empat fasilitas kesehatan yang menyediakan VCT. Yakni Puskesmas Pecangaan, Puskesmas Mlonggo, RSUD Kelet, dan RSUD Kartini. 

”Namun yang ada ruang perawatan bagi penderita hanya RSUD Kartini. Namun, sejumlah penderita menolak menjalani pengobatan. Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap penyebab dan penyebaran virus berbahaya ini,” terangnya.

Sejumlah upaya telah dilakukan untuk pencegahan penularan virus mematikan itu. Salah satunya melakukan pemeriksaan di Rumah Tahanan Jepara Rabu (30/4) kemarin. Sejumlah 144 tahanan diperiksa untuk memastikan ada atau tidak pengidap penyakit mematikan di tempat tersebut. 

”Ini merupakan pemeriksaan kali kedua, setelah awal April lalu kami memeriksa sebanyak 56 tahanan,” pungkasnya.(Wahyu Kz / Sumarni)