Bayern Munchen 0-4 Real Madrid: Kutukan Juara Berlanjut

MADRID – Kutukan juara bertahan Liga Champions masih berlanjut. Kali ini giliran Bayern Muenchen yang terkena kutukan tersebut. Itu terjadi setelah Muenchen dibenamkan Real Madrid dengan agregat 0-5 di babak semifinal.

Dari laporan Antara, hasil itu membuat Muenchen menambah panjang daftar tim yang gagal mempertahankan gelar juara. Sejak Liga Champions diperkenalkan pada musim 1992, belum ada satupun tim yang membukukan back to back.

Pelatih Muenchen, Pep Guardiola mengatakan, anak asuhnya memang tampil buruk dalam pertandingan kontra Madrid. Berbagai kesalahan Philipp Lahm dkk ternyata mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Madrid.

”Jika Anda tidak bermain baik dan tak bisa mengantisipasi bola mati dengan bagus, inilah yang terjadi. Banyaknya kesalahan membuat kami dihukum,” kata Guardiola di laman Sky Sport.

Di sisi lain, Real Madrid memang selangkah lagi merebut trofi Eropa kesepuluh kalinya dan yang pertama sejak 12 tahun lalu. Di luar dugaan, Los Blancos berhasil menumbangkan juara bertahan Bayern Munchen dengan skor menyakitkan 4-0 setelah mempermalukan Munchen dengan skor 0-1 di leg pertama.

Statistik UEFA.com menunjukkan, kedua tim hampir sama menciptakan peluang gol. Munchen menciptakan 10 peluang yang tujuh diantaranya on target, sedangkan Real menciptakan sembilan peluang yang enam diantaranya on target.

Ini adalah kemenangan keduabelas Madrid dalam 22 pertemuannya dengan Munchen di Liga Champions (dulu Piala Eropa), dan semifinal keduanya yang dimenangi El Real dalam lima semifinal melawan Bayern di turneman Eropa sejak 1976.

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengatakan, laga yang membawa Real mencapai final Liga Champions yang pertama dalam 12 tahun untuk menghadapi Chelsea atau Atletico Madrid tak lebih karena bagusnya penampilan tim asuhan dia.

”Ini kemenangan, tak lebih dari itu, melawan tim kuat yang memenangkan Liga Champions tahun lalu. Dari sanalah itu berakhir. Itu adalah pertandingan yang bagus, kami mengendalikan permainan, kami memblok permainan mereka, kami bermain sangat baik dan kami pantas menang,” kata pelatih asal Italia itu.

Dia menambahkan, mencapai final setelah 12 tahun merupakan target besar. ”Ketika saya tiba di Real, Anda bisa merasakan hal spesial di udara, ada atmosfer yang spesial. Performa tim ini fantastis dan saya tak bisa lagi bilang apa-apa. Kami berharap kami memiliki prilaku yang sama di final,” tutup Ancelotti seperti dikutip Reuters. (Supriyadi)