80 Persen Buruh di Kabupaten Kudus Tak Tahu Hak Mereka

KUDUS – Sebanyak 80 persen buruh yang berada di Kabupaten Kudus, tidak mengetahui hak-hak yang seharusnya didapatkan. Sehingga banyak buruh tidak memperjuang hak tersebut kepada pengusaha.

”Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan selama beberapa pekan, kami menemukan banyak buruh yang tidak mendapatkan hak mereka. Kebanyakan karena mereka tidak mengetahui hak-hak mereka,” kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kudus Wiyono, kepada Koran Muria, Rabu (30/4).

Menurutnya, banyak hak buruh yang tidak diberikan oleh perusahaan. Dan faktor yang paling banyak menyebabkan hal tersebut, yakni karena para buruh tidak mempunyai pendidikan mengenai apa saja yang menjadi haknya.

Wiyono mengatakan, selain pendidikan mengenai hak buruh yang tidak dimiliki, para buruh juga tidak memiliki alokasi untuk mendapatkan pendidikan terkait ketenagakerjaan. Hal tersebut menyebabkan para buruh hanya melakukan kewajiban pekerjaan mereka, tanpa meminta apa yang menjadi haknya.

Banyak perusahaan, kata Wiyono, melakukan kecurangan dan pelanggaran terhadap para buruhnya. Menurutnya, pelanggaran tersebut berupa penggunaan sistem outsourching dan sistem kerja kontrak. 

”Seharusnya para buruh diberikan penjelasan dan pendidikan mengenai sistem kerja outsorching dan kontrak. Sesuai aturan, pekerjaan inti tidak boleh diterapkan menggunaan sistem kontrak, apalagi melalui outsourching,” ujar Wiyono.

Dia mengaku khawatir, terhadap buruh yang memiliki sistem kerja kontrak yang selalu diperbarui. Ini artinya buruh tersebut akan selamanya menjadi buruh kontrak, dan tidak mendapatkan tunjangan sebagaimana pekerja tetap.

Wiyono menyatakan akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pendidikan kepada buruh terkait ketenagakerjaan. ”Rencananya kami akan menggandeng Dinsosnakertrans Kudus dan perusahaan untuk memberikan pendidikan pada buruh. Dan kami juga akan membentuk serikat pekerja di perusahaan yang belum ada serikat buruhnya,” tuturnya. (Faisol Hadi / Suwoko)