376 ha Tanaman Padi di Kecamatan Winong Terserang Blast

PATI – Sekitar 376 hektare tanaman padi di Kecamatan Winong, diserang hama jenis blast. Hama yang disebabkan jamur itu, menyerang batang padi, hingga menyebabkan tanaman padi mati. Akibatnya petani terancam gagal panen.

Meluasnya hama perusak tanaman ini disebabkan terjadinya anomali cuaca, pada peralihan musim hujan menuju kemarau. Kondisi ini mendapat perhatian serius pemerintah daerah, lantaran hama tersebut mudah menular pada tanaman padi yang ada di sekitarnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman Dispertanak Pati, Nikentri Meiningrum mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di Kecamatan Winong, tentang munculnya hama itu. Pihaknya mengaku langsung berkoordinasi, dengan petugas laboratorium untuk menyiapkan antisipasi merebaknya hama blast, agar tidak semakin meluas.

”Melihat kondisi dan reaksi penyebaran hama blast yang terlalu cepat, maka kami segera menginstruksikan kepada POPT dan petugas laboratorium untuk menyiapkan penyemprotan. Tujuannya, agar hama blast bisa segera dibasmi dan tidak menular ke tanaman padi yang belum terkontaminasi,” jelasnya kepada Koran Muria, Rabu (30/4).

Lebih lanjut Nikentri menuturkan, kasus hama blast terparah terjadi di tiga desa di Kecamatan Winong. Yakni di Desa Gunung Panti, Danyang Mulyo, dan Kebo Lumpang. Kerusakan tanaman di tiga desa tersebut, menjadikan para petani setempat terancam gagal panen, jika hama blast ini tidak segera ditangani.

”Dalam waktu dekat, kami lakukan langkah pembasian dengan menyiapkan pestisida. Kami juga terus berkoordinasi dengan semua petani dan POPT di Kecamatan Winong. Sebab, pemicu terjadinya hama blast juga bisa disebabkan terlalu intensnya pemupukan pada cuaca yang tak menentu. Sehingga, mengakibatkan tanaman menjadi panas dan cepat mengering. Saat itulah, jamur mulai berkembang dengan cepat dan berubah menjadi hama blast,” pungkasnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)