Paduan Suara FSP UKSW Bius Penonton

KOTA SALATIGA – Paduan suara Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga membius penonton yang hadir di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kemarin. Paduan suara itu merupakan rangkaian Konser Rumah Fakultas Seni Pertunjukan dengan menyayikan lagu Dies Irae karya Giuseppe Verdi.

Dengan balutan busana yang sebagian besar mengenakan warna hitam, para penyaji dalam Konser Rumah FSP XXIII ini berhasil membawa penonton masuk ke dalam era Romantik Pertengahan. Tak heran, tepuk tangan penonton bergemuruh seusai menyaksikan penampilan setiap penyaji.

Lagu-lagu karya komposer ternama seperti Isaac Albeniz, Robert Schuman, Oscar Rieding, Alfred Robert Gaul, Johannes Brahms, Sergei Rachmaninoff disuguhkan dalam konser rumah kali ini. Tak kurang, 16 lagu dibawakan dalam format vocal group, solo vocal, dan lainnya, merupakan lagu-lagu yang dibawakan penyaji konser yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FSP.

Paulus Dwi Hananto, dosen FSP UKSW sekaligus panitia Konser Rumah mengungkapkan, konser ini merupakan pendekatan yang dilakukan FSP dalam memperkenalkan musik klasik di UKSW dan masyarakat umum. Selain itu juga sebagai pembelajaran sekaligus melatih mental mahasiswa FSP.

Dia mengatakan, Konser Rumah kali ini mengangkat tema romantik tengah. Perbedaan antara romantik awal dan tengah terletak pada karakter lagunya. Romantik awal masih sangat kuat karakternya, sangat klasik, sangat khas Eropa. 

”Tetapi mulai pertengahan, lagu-lagunya sudah banyak bercampur dengan musik tradisi, termasuk tema dan idenya. Lagu-lagu di romantik tengah ini juga lebih ekspresif, lebih banyak eksplorasi daripada romantik awal,” lanjut Paulus.

Konser yang telah dipersiapkan sejak 4 bulan yang lalu ini dihadiri PR III UKSW Arief Sadjiarto, sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Arief Sadjiarto menyatakan terima kasih kepada teman-teman FSP atas kerja keras dan kreativitasnya sehingga penonton bisa menikmati konser ini.

”Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi upaya apresiasi musik di kalangan sivitas akademika UKSW dan masyarakat Salatiga. Karena itu perlu diteruskan dan ditingkatkan kualitas penyajiannya,” ujarnya. (Alem Savero/Suwoko)