Tetap Berbakti di Masa Sulit

GROBOGAN – Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan. Semua pasti pernah mendengarnya dan rata-rata akan menyatakan setuju dengan peribahasa itu. Namun, yang terjadi di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug akan bertolak belakang dengan peribahasa tersebut.

Ialah Tarmuji (40), ia masih tetap setia menemani dan merawat ibunya, meski usianya hampir separuh abad. Belum lagi, Tarmuji juga diketahui mengalami keterbelakangan mental. Ia harus merawat sendiri ibunya. Wagiyem  (80) yang menderita sakit selama sepuluh tahun. 

Ibu dan anak itu, selama ini tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni. Sebab, keduanya harus tidur tanpa alas dan berdekatan dengan kandang ayam. 

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Arifin mengatakan, kondisi keduanya cukup memprihatinkan. Sebab, Wagiyem (80) yang sakit-sakitan dirawat anaknya yang juga punya keterbelakangan mental.

”Sungguh prihatin jika menengok kondisi mereka. Setiap hari, Tarmuji harus mengambil air untuk mandi, memasak, dan keperluan lainnya,” kata Arifin yang juga seorang anggota TNI.

Sementara, tambah Arifin, untuk membiayai keperluan sehari-hari Tarmuji dan ibunya, sebelumnya bergantung pada saudara perempuannya bekerja di Jakarta. Namun, sejak saudaranya menjanda, sudah tak lagi membantu ekonomi Tarmuji dan ibunya.

”Sekarang, mereka bergantung pada belas kasihan tetangga sekitar. Sejak empat bulan lalu, warga mengumpulkan iuran untuk meringankan beban Tarmuji dan ibunya,” terang Arifin.

Uang iuran yang terkumpul, lanjut Arifin, dikelola salah satu warga untuk dibelanjaka kebutuhan sehari-hari. Arifin dan warga lain berharap, ada perhatian khusus dari pemda setempat. (Nurokhim /Aries Budi)