6 Ribu Logistik Karimunjawa Dikirim

JEPARA – KPU Jepara mendistribusikan logistik pemilu ke Kecamatan Karimunjawa, kemarin. Sebanyak 6.595 surat suara terdistribusikan bersama logistik lain. Pendistribusian ke wilayah itu sengaja diidahulukan, mengingat letaknya terpencil.

KPU mendistribusikannya menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria, yang berangkat dari Dermaga Pantai Kartini Jepara, Sabtu (29/3). KPU memprioritaskan pengiriman logistik ke Karimunjawa karena saat ini ketinggian ombak masih normal. Bila ombak sedang tinggi, maka pendistribusian bisa terhambat.

Komisioner KPU Jepara Koko Suhendro mengatakan,  pendistribusikan logistik ke Karimunjawa menjadi prioritas, karena harus menyeberang laut. ”Distribusinya kami dahulukan. Mumpung cuaca baik, dan kebutuhan logistik pemilu untuk Karimunjawa juga sudah tercukupi,” katanya kemarin.

Logistik pemilu yang dikirim ke Karimunjawa terdiri dari empat jenis surat suara. Masing-masing jenis surat suara berjumlah 6.466 + 2 persen sehingga menjadi 6.595 lembar. Di samping surat suara, logistik yang dikirim juga berupa formulir rekapitulasi penghitungan suara dari TPS, PPS sampai tingkat PPK.

KPU juga menyertakan kelengkapan pemungutan seperti alat coblos, alas coblos, bilik suara, tinta tanda sudah mencoblos, salinan DPT, DCT dan kelengkapan lainnya.  Logistik tersebut dimasukkan ke kotak suara yang terkunci dan tersegel. 

Ada 89 kotak suara yang dikirim untuk diditribusikan ke 21 TPS yang ada di empat desa di Karimunjawa. Dia merincikan, untuk Desa Karimunjawa ada 10 TPS, Kemujan ada 8 TPS, Parang ada dua TPS dan Nyamuk ada satu TPS.

Pendistribusian logistik pemilu mendapat pengawalan dua petugas dari seketariat KPU Jepara dan dua personel polisi dari Polair Polres Jepara. Sementara untuk pendistribusian logistik ke wilayah lainnya dijadwalkan mulai 1 April.

Menurutnya, logistik memang harus mendekati hari pelaksanaan pemungutan suara. Untuk menjaga keamanan kondisinya. ”Surat suara dijadwalkan sudah berada di TPS sehari sebelum pelaksanaan pemungutan suara,” pungkasnya.  (Wahyu Kz / Akrom Hazami)