Tumpeng Nusantara, ”Puncak” Ikonik Kuliner Indonesia

Satu dari 30 ikonik kuliner nusantara yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), tumpeng menduduki peringkat pertama dan dijadikan ikon dari segala ikon yang sudah ditetapkan tersebut.
Dari pengertian umum, tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya. Selain nasi, ada juga suwiran ayam, sayuran urap, perkedel, kering tempe, bisa juga ayam satu ekor atau yang dikenal dengan ingkung, dan lauk pauk lainnya. Semuanya ditaruh jadi satu di atas tampah atau wadah bundar terbuat dari bambu, yang sudah dialasai daun pisang.

Namun, yang paling ikonik dari tumpeng adalah bentuknya yang kerucut. Layaknya bentuk gunung. Ya, tumpeng seolah mengambil bentuk gunung, sebagai yang orang Indonesia kenal, yakni pakunya bumi. Ini adalah puncak dari segala bentuk ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Tumpeng hadir dalam setiap perayaan atau syukuran yang digelar masyarakat.
Dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, tumpeng adalah makanan paling ikonik di Indonesia. Hampir di semua belahan Indonesia, tahu mengenai makanan ini. ”Dia hadir di berbagai kegiatan warga, sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan,” katanya.
Tumpeng juga memiliki sisi filosofis sangat tinggi, yang merupakan salah syarat dari sebuah makanan terpilih menjadi makanan ikonik. Makanan ini juga asli makanan Indonesia, dan dibuat masyarakat Indonesia.
”Karena tumpeng juga tidak bisa dicuri oleh negara lain. Soalnya sudah identik dengan Indonesia. Jadi, kalau ada yang mengklaim atau mencuri, pasti tidak bisa dilakukan. Wong, ini asli punya kita bangsa Indonesia, kok,” kata Mari kemudian.
MERIE