Cirus: Jokowi Dongkrak Partisipasi Pemilih

JAKARTA – Lembaga Survei Cirus Surveyors Group menemukan, figur Joko Widodo (Jokowi) memiliki pengaruh signifikan, terhadap tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2014.
”Jokowi itu punya pengaruh lima persen terhadap suara golput. Karena pengaruh dia terhadap keterpilihan PDIP itu sekitar 10 persen. Kalau tidak ada Jokowi, kemungkinan lima persen suara akan lari ke partai lain. Sementara lima persen sisanya diprediksi berakhir golput,” kata Direktur Eksekutif Cirus Andrinof Chaniago, dikutip Antara.
Dengan demikian, jika Jokowi dinyatakan sebagai capres PDI Perjuangan sebelum Pileg 9 April, partai itu diprediksi meraih suara sedikitnya 30 persen. Namun, jika tidak mencalonkan Gubernur DKI Jakarta itu, perkiraan suara yang diraih partai sekitar 20 persen.

Selain Jokowi, dalam survei yang dilakukan 1 Februari-8 Maret 2014 itu mencatat, ada dua figur lain yang juga berpengaruh positif terhadap partai. Yakni Prabowo Subianto (Partai Gerindra) dan Wiranto (Partai Hanura).
Dalam survei itu juga tercatat elektabilitas sejumlah figur. Jokowi, Prabowo Subianto, Wiranto, dan Aburizal Bakrie berada di urutan empat teratas.
Jokowi di urutan teratas dengan elektabilitas 41,5 persen. Disusul kemudian Prabowo 17,1 persen, Wiranto 8,9 persen dan Abu Rizak Bakrie 8,0 persen.
Namun, jika Jokowi tidak disertakan dalam survei, Prabowo memimpin klasemen dengan 28,2 persen, Wiranto 13,4 persen, disusul Megawati 12,6 persen dan Jusuf Kalla 12,0 persen.
”Apabila PDI Perjuangan mencapreskan Jokowi dalam keadaan maju dengan pasangan paling lemah, pilpres akan tetap dimenangkan partai ini,” ujarnya.
Sementara itu, Prabowo yang maju dengan pasangan terkuat juga diperkirakan tetap kalah jika PDI Perjuangan mencalonkan Jokowi.
”Sedangkan Golkar terdesak oleh pilihan antara mengubah target dan orientasi ke koalisi. Yakni dengan menawarkan cawapres ketimbang memenangkan Ical menjadi presiden,” tegasnya.
ALI MUNTOHA