STOKE CITY v ARSENAL : Intip Puncak Premier League

LONDON – Perburuan poin menuju tangga juara Premier League semakin menarik disimak. Malam ini, Arsenal bakal melawat ke kandang Stoke City. Di saat bersamaan, pimpinan klasemen Chelsea terlibat bentrok dengan tuan rumah Fulham.

Bagi Arsenal, kemenangan mutlak dibutuhkan untuk menjaga peluang mereka merengkuh juara di akhir musim. Apalagi, selisih Arsenal dengan Chelsea hanya terpaut satu poin. Sedikit saja lengah, bisa jadi Manchester City yang berada di peringkat ketiga menyalip di tikungan.

Di laga ini, perhatian pendukung Arsenal kembali akan tertuju pada sosok Mesut Ozil. Maklum, dia sempat menjadi bahan olok-olokan setelah gagal menjebol gawang Bayern Munchen dari titik penalti pada Babak 16 Besar Liga Champions, beberapa waktu lalu.

Lanjutkan membaca

3 Utusan Italia ke 16 Besar

JAKARTA – Tiga dari empat wakil Italia di kancah Liga Eropa melaju ke Babak 16 Besar. Klub-klub tersebut meliputi Juventus, Napoli, dan Fiorentina. Sayang, juara Piala Italia Lazio harus tersingkir di ajang ini setelah kalah agregat 3-4 dari klub Bulgaria Ludogorets Razgrad.

Sebagai alumnus kontestan Liga Champions musim ini, Juventus terlalu perkasa bagi klub asal Turki Trabzonspor. Meski tampil di kandang lawan pada Jumat (28/2) dini hari, Si Nyonya Tua sukses menggenggam kemenanangan 2-0. 

Dua gol dari Arturo Vidal di menit 18 dan Dani Osvaldo pada menit 33 membuat Juve lolos ke 16 Besar berbekal keunggulan agregat 4-0. Sayangnya, di 16 Besar, Juventus akan saling bantai dengan dengan sesama tim Italia, Fiorentina. La Viola lolos setelah menang 4-2 secara agregat atas Esbjerg. 

Dikutip dari Antara , gol-gol pada menit terakhir dari Gonzalo Higuain dan Gokhan Inler mengantarkan Napoli menang meyakinkan 3-1 dari tamunya Swansea City. Di leg pertama, Napoli bermain seri tanpa gol. Jonathan De Guzman membuat sama kedudukan 1-1 pada menit 30 setelah Napoli unggul lewat Lorenzo Insigne pada menit 17. Higuain mengantarkan kembali Napoli unggul pada menit 78 sebelum Inler menciptakan gol ketiga pada injury time.

Lanjutkan membaca

Federer Jumpa Djokovic Pada Semifinal Dubai Terbuka

DUBAI – Lima kali juara Roger Federer mengalahkan Lukas Rosol, Kamis (27/2), dan maju ke semifinal melawan Novak Djokovic pada Kejuaraan Tenis Dubai Terbuka.
Dilaporkan Antara, Federer dengan mudah mengukir angka kemenangan 6-2 6-2, sedangkan penyandang gelar Djokovic menikmati mundurnya Mikhail Youzhny pada perempat final, karena menderita sakit.
Unggulan ketiga Tomas Berdych, yang menjadi runner-up Djokovic pada 2013, bertemu dengan Philipp Kohlschreiber pada pertandingan semifinal lainnya. Berdych, sebagaimana dilaporkan Reuters, mengalahkan unggulan kelima Jo-Wilfried Tsonga 6-4 6-3 sedangkan Kohlschreiber mengalahkan petenis wildcard dari Tunisia, Malek Jaziri 6-2 6-3.

Lanjutkan membaca

Bupati: Saya Tidak Tahu Apa-Apa

KUDUS – Inilah kali pertama Bupati Kudus H Musthofa berbicara langsung mengenai kisruh penerimaan tenaga honorer kategori 2 (K2) yang terjadi di wilayahnya. Hanya saja, bupati mengaku tidak tahu apa-apa soal tersebut.

Berbicara di depan sejumlah wartawan di press room Bagian Humas Setda Kudus, bupati mengatakan jika dirinya tidak mengetahui apa-apa soal K2. ”Pemkab hanya ketempatan saja. Soal yang menyelenggarakan dan menentukan itu kan, dari penyelenggara pusat,” katanya, kemarin.

Pihak yang mengetahui soal tenaga K2 ini, menurut bupati, adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Karena itu, lebih tepat yang memberikan penjelasan adalah BKD. ”Kalau mau tahu, itu ya ke BKD. Namun sekarang kepalanya dan Pak Sekda kan, sedang ke Jakarta. Jadi tunggu saja,” tuturnya.

Lanjutkan membaca

KPU Jateng Siapkan TPS Bencana

KUDUS – Bencana yang terjadi di Desa Rahtawu dan Desa Kambangan, Kecamatan Gebog, menjadi perhatian serius penyelenggara Pemilu 2014, KPU Jateng. Kondisi di dua desa tersebut terus dipantau, karena pelaksanaan pemilu legislatif tinggal beberapa bulan mendatang. 

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan antar-Lembaga KPU Jateng Wahyu Setiawan mengatakan, TPS tersebut dibuat di daerah terdekat dengan daerah bencana. 

”Kami dapat membuat TPS bencana yang dekat dengan mereka. Ini agar pelaksanaan pemilu bisa sukses, termasuk di daerah yang terkena bencana,” ujarnya, Kamis (27/2), saat memberi bantuan kepada korban bencana di Kudus.

Menurutnya, untuk menyukseskan pemilu nanti, termasuk di daerah bencana, KPU Jateng melibatkan dengan sejumlah dan instansi lain. Lembaga tersebut di antaranya relawan demokrasi dan pemerintah. 

Lanjutkan membaca

Loyalitas Adalah Harga Mati

KUDUS – Wakil Bupati (Wabup) Kudus H Abdul Hamid menegaskan jika hal paling penting adalah soal loyalitas seorang pegawai kepada pemerintah. Itu adalah harga mati.

Loyalitas, menurut wakil bupati, adalah satu hal yang sangat penting, bahkan tidak bisa ditawar lagi. Dan itu berlaku di manapun seorang pegawai bertugas. ”Loyalitas harus dipegang teguh. Loyalotas kepada pemerintah adalah harga mati, dan di atas segala-galanya,” tegasnya saat melantik pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Kudus, belum lama ini.

Wabup mengatakan, sumpah dan janji pegawai negeri sipil (PNS) bukan hanya hiasan di bibir saja. Tetapi harus diresapi dan dipahami makna yang terkandung di dalamnya. ”Selain itu saudara harus loyal kepada atasan atau pimpinan, sepanjang tidak melanggar aturan maupun ketentuan yang ada,” katanya.

Lanjutkan membaca

Sepeda Motor Angkut BBM Meledak

JEPARA – Sebuah sepeda motor bernopol K 5703 NL membawa jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium meledak dan hangus terbakar, setelah tertabrak minibus bernomor polisi K 1542 AC, di depan SPBU Mulyoharjo, Jepara, Kamis (27/2), sekitar pukul 06.00.

Sebelum terbakarm sepeda motor naas tersebut terseret minibus hingga 24,7 meter. Kemudian meledak dan kobaran api menyambar pengendara sepeda motor lain didekat lokasi kejadian. Akibat kejadian tersebut, satu orang tewas dan seorang lainnya kritis karena tubuhnya mengalami luka bakar serius. 

Korban tewas yakni Sukiyatno (58), warga RT 5 RW III, Kelurahan Mulyoharjo yang merupakan pengendara sepeda motor pengangkut BBM tersebut. Korban tewas akibat luka bakar di sekujur tubuh dan kaki kanan patah tulang. Korban sempat mendapat perawatan medis di RSUD. 

Lanjutkan membaca

Jaringan Masyarakat Peduli Prgunungan Kendeng Tuntut Cabut Izin Pabrik Semen

PATI – Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), menggelar aksi damai dengan membawa berbagai hasil bumi untuk diserahkan sebagai hadiah kepada Bupati Pati Hariyanto, pada hari Kamis (27/2) 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sindiran dan peringatan kepada Pemkab Pati, bahwa masyarakat di sekitar Pegunungan Kendeng berharap pemkab mencabut izin pembangunan pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang merupakan anak perusahaan PT Indocement Tunggal Perkasa (ITP).

Puluhan warga yang sebagian besar kaum perempuan dari sedulur sikep  tersebut, mengenakan pakaian adat warna hitam dan membawa tampah dan dunak berisi bermacam jenis bibit tanaman buah.  Antara lain bibit buah jambu, avokad, dan mangga. Selain itu, beberapa tampah dan dunak berisi bibit tanaman itu bertuliskan ”Pati Bumi Mina Tani, Tolak Pabrik Semen, dan Lestarikan Pegunungan Kendeng”.

Lanjutkan membaca

Jalan Rusak di Rembang Telan Korban Jiwa

REMBANG – Kerusakan jalan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Rembang kembali menelan korban jiwa. Gara-gara menghindari lubang jalan, seorang warga asal Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Muhammad Najih Abqori (16) tewas. Korban tewas akibat terjatuh dari sepeda motor di Jalan Sedan-Gandrirojo, tepatnya ruas jalan di Dusun Mboja, Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengatakan, kecelakaan tersebut bermulasaat korban membonceng temannya yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Mega Pro bernomor polisi K 3796 RD, melaju dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor korban menghindari jalan berlubang, yiba-tiab Najih yang membonceng jatuh terpelanting.

Lanjutkan membaca

Masih Kurang Satu Sertifikat

BLORA – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora dalam mengusut dugaan peyimpangan pengadaan tanah kantor pengadilan agama (PA), terus berlanjut. Terakhir, tim penyidik dari kejari telah menyita tiga dokumen penting yang tersimpan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

”Kami sudah berhasil menyita dokumen yang kami butuhkan. Tapi baru tiga dokumen yang disita,” ujar Kajari Mochamad Djumali melalui Kasi Pidsus Dhian Yuli Prasetyo, kemarin.

Lanjutkan membaca

Kota Purwodadi Butuh 60 PJU

GROBOGAN – Kawasan Kota Purwodadi, di kala malam terlihat gelap gulita. Pasalnya, di sejumlah ruas jalan yang ada belum terpasang penerang jalan umum (PJU). Di antaranya, di wilayah Genuksuran, Glugu, dan Danyang.

Akibat dari kurangnya penerangan di malam hari itu, menyebabkan sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Hal itu dikarenakan, banyak pengguna jalan yang belum paham dengan jalan yang dilaluinya.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTK) Grobogan M Chanif mengatakan beberapa ruas jalan, memang diakui belum ada penerangan jalannya. Tercatat, di kawasan Kota Purwodadi butuh 60 titik penerangan jalan lagi. 

Lanjutkan membaca

Panti Pijat dan Karaoke Dibongkar

KOTA SEMARANG – Sebanyak 35 bangunan panti pijat dan tempat karaoke ilegal di Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari menjadi sasaran penertiban Satpol PP Kota Semarang, kemarin. Pembongkaran tersebut merupakan peringatan terakhir bagi pemilik bangunan yang masih nekat mengoperasikan kegiatan ilegal di lokasi itu.

Kepala Seksi Trantib dan Humas Satpol PP Kota Semarang Aniceto da Silva mengatakan, upaya persuasif yang telah dilakukan di antaranya memberi peringatan tertulis dan penyegelan tak digubris pemilik bangunan.

”Jika mereka masih beroperasi lagi, maka kami akan membongkar secara permanen dengan menggunakan alat berat,” katanya.

Lanjutkan membaca

Tarif Tol Semarang-Solo Seksi II Ungaran-Bawen Belum Ditetapkan

KAB SEMARANG – Tarif Jalan Tol Semarang-Solo Seksi II Ungaran-Bawen belum bisa ditetapkan. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hingga kini masih menghjitung besaran tarif untuk jalan sepanjang 11,73 kilometer tersebut. Padahal rencananya jalan tol itu akan dibuka pada akhir Maret. 

Direktur Operasi dan Teknik PT Trans Marga Jateng Ari Nugroho mengatakan, dasar penghitungan tarif oleh BPJT itu yakni investasi, kemampuan, dan kemauan bayar secara ekonomi makro. 

”Namun mengenai kapan tarif tol itu akan ditetapkan, saya belum dapat memastikan, karena hal itu menjadi kewenangan BPJT,” katanya

Lanjutkan membaca

KPU Semarang Maksimalkan DPK

KAB SEMARANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Guntur Suhawan mengatakan warga yang memiliki hak pilih namun tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), maka akan dimasukkan dalam daftar pemilih khusus (DPK). Sehingga, dirinya meminta warga agar proaktif, untuk melakukan pengecekan ke panitia pemungutan suara (PPS) di setiap kelurahan.

”Sesuai dengan UU No 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum, disebutkan adanya tiga pola penjaringan pemilih. Kalau warga yang memiliki hak pilih tidak terdapat dalam DPT, akan disertakan dalam pola pendaftaran pemilih khusus atau DPK,” katanya kepada Koran Muria, kemarin.

Guntur menambahkan, untuk proses pendaftaran pemilih dalam format pemilih khusus itu, hampir mirip dengan pola pendafataran sebelumnya. Hanya saja, lebih disederhanakan dan dilakukan hingga H-14 pelaksanaan pencoblosan 9 April 2014 mendatang. 

Lanjutkan membaca

Aspirasikan Lewat Karikatur

KENDAL – Ratusan siswa SMPN 3 Kendal bersama Komunikasi Karikatur Kaliwungu (Kokkang), menggelar pameran karikatur, di halaman sekolah, kemarin. Karikatur yang dipamerkan itu, kebanyakan suara aspirasi dari para siswa dan penggiat Kokkang, sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah.

Ketua Kokkang Muhid mengatakan karikatur yang dipamerkan itu, sengaja memilih tema tentang kritik sosial, utamanya kebijakan pemerintah setempat. Bahkan, beberapa karikatur lainnya, banyak yang bersuara tentang pelaksanaan Pemilu 2014 nanti.

Lanjutkan membaca

Ketua DPRD Kendal Segera Jadi Tersangka

KOTA SEMARANG – Ketua DPRD Kabupaten Kendal Anik Kasiyani tidak lama lagi bakal menyandang status tersangka. Hal ini terkait dinaikkannya status kasus dugaan pemalsuan ijazah SMA yang menjerat dirinya dari penyelidikan ke penyidikan.

Namun demikian, sebelum menetapkan Anik sebagai tersangka, penyidik Polda Jateng masih harus menunggu hasil uji laboratorium forensik terkait keabsahan dokumen. “Cek Labfor untuk pemeriksaan dokumen, asli atau tidak. Termasuk stempel, tanda tangan, bentuk tulisan, atau hurufnya,” kata Kapolda Jateng Irjen Dwi Priyatno, Kamis (27/2).

Menurut Kapolda, masih ada beberapa saksi yang akan dimintai keterangan. “Kami masih butuh meminta keterangan dari saksi-saksi untuk memperkuat alat bukti,” ujarnya.

Lanjutkan membaca

Coblos 2 Caleg Tetap Sah

JAKARTA – KPU akan menganggap sah surat suara yang dicoblos di dua nama caleg. Asalkan dua caleg tersebut berada dalam satu parpol, dan suara tersebut akan masuk sebagai suara parpol.

”Itu untuk menekan jumlah surat suara yang tidak sah nanti. Di lapangan akan ada banyak varian pencoblosan oleh pemilih, maka KPU memberikan kebijakan agar sejumlah varian tertentu tidak dianggap tidak sah,” kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah dikutip Antara, kemarin.

Ferry menjelaskan, KPU harus memerhatikan aspek voter intention atau itikad pemilih yang mencoblos beberapa caleg dalam satu partai di surat suara. ”Jangan sampai ketika varian-varian itu muncul, lalu dianggap tidak sah. Harus dilihat itikad pemilihnya, kalau masih dalam satu partai harus dianggap sah. Kalau di partai berbeda, itu jelas tidak sah,” ujarnya.

Lanjutkan membaca

Pemilih Tambahan di Rembang Hanya Nyoblos Pukul 12.00-13.00

REMBANG – KPU Rembang menyatakan menyiapkan daftar pemilih khusus (DPK) dan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb). Upaya ini merupakan salah satu langkah untuk meng-cover calon pemilih yang belum masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT). 

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengatakan, pelaksanaan pileg tahun ini di Rembang membutuhkan sebanyak 1.777 TPS. Sedangkan DPT yang telah ditetapkan adalah 475.381 orang pemilih. Menurutnya, jumlah tersebut terbagi dalam jumlah pemilih laki-laki sebanyak 237.500 orang dan pemilih perempuan jumlahnya 237.881 orang.

”Dengan adanya DPK dan DPKTb sangat memungkinkan membuat jumlah pemilih akan kembali bertambah. DPK merupakan pemilih yang terlewat dari DPT, sedangkan DPKTb adalah pemilih yang baru terdaftar menjelang pemungutan suara,” katanya, kemarin.

Lanjutkan membaca

2 Caleg Perempuan Dibidik Panwascam Tembalang

KOTA SEMARANG – Dua calon legislatif perempuan menjadi bidikan Panwascam Tembalang, terkait dugaan pelanggaran kampanye. Salah satu caleg yang dibidik, merupakan anggota DPRD Kota Semarang, dan satu lagi calon anggota DPD RI. 

Ketua Panwascam Tembalang Bekti Maharani mengatakan, dua calon wakil rakyat tersebut adalah caleg DPRD Kota Semarang Dapil Semarang IV (Tembalang, Candisari) Anna Endrawati dan caleg DPR RI HR Utami. 

”Kami akan meminta klarifikasi Bu Anna. Surat undangan juga sudah kami kirim pada Kamis (27/2) ,” kata Bekti Maharani, kemarin.

Lanjutkan membaca

Sosialisasi Nasdem Langgar Aturan

GROBOGAN – Partai Nasdem, Kamis (27/2) mengumpulkan tim relawan untuk sosialisasi dan pemantapan pemenangan pemilu. Namun kegiatan yang digelar di Gedung Wisuda Budaya, Jalan R Soeprapto Purwodadi tersebut dianggap melanggar aturan.

Anggota Panwaslu Grobogan Suaf Mohyunaefi mengatakan, kegiatan tersebut melanggar Peraturan Kapolri, karena tak ada pemberitahuan kegiatan. Selain itu, kegiatan tersebut juga tanpa sepengetahuan pengurus Partai Nasdem setempat.

”Setelah kami lakukan klarifikasi, kegiatan yang mendatangkan massa tersebut tidak ada izin ke pihak yang berwajib. Jelas ini melanggar Peraturan Kapolri  Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemberitahuan dan Penerbitan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye Pemilu,” ujarnya.

Lanjutkan membaca

Solusi Menanggulangi Suramnya Industri Kretek Perspektif Islam (Bagian 3/Terakhir)

Oleh: Moh. Rosyid, Dosen STAIN Kudus

 

Kudus memiliki ”bahan dasar” mewujudkan Kebun Raya (KR). Pertama, lahan tandus membentang luas, sebagian milik Perhutani, di kawasan situs neolitikum Patiayam Terban, perengan hutan di Desa Wonosoco, hutan jati di kawasan makam Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinengku di Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Dawe, dan situs Puncak Songo Likur di Rahtawu. Situs ini memiliki potensi mengundang wisatawan karena terdapat gua alami, sumber air alami, rindangnya hutan alami, dan fauna khas hutan Kudus. 

Kedua, berbagai flora dan fauna khas Kudus dapat diakomodasi perawatannya karena tak terdata identitas dan pemeliharaannya agar tak punah disergap pemburu dan pembalak liar. Ketiga, kepemilikan area wisata sosial-budaya-religi perlu ditambah area wisata flora fauna, keempat, dilengkapi area pameran karya budaya khas Kudus seperti wayang klitik dari Wonosoco Undaan dan tradisi Samin Kudus yang memasarkan produk khas: jenang, batik, bordir, alat dapur. Kelima, memerkokoh ekonomi rakyat berbasis wong cilik dengan memasarkan produk lokal agar dikenal nasional. Hal ini didukung potensi warga Kudus memiliki karya home industry khas, seperti ragam anyaman bahan baku bambu, makanan khas kudus seperti jenang/dodol, lentok/lontong, dan lain-lain yang dapat dipasarkan di area KR. 

Kendala yang menghadangnya adakah iktikad baik penguasa Kudus mewujudkan kawasan konservasi untuk menghidupkan ekonomi rakyat. Pemkab Kudus perlu bermitra dengan pengusaha di Kudus dalam wujud corporate social responsibility (CSR). Kata kunci membangun Kudus sebagai kota wisata tersebut harus ditopang dengan membangun karakter warga Kudus sejak di bangku sekolah dalam bentuk pengenalan kearifan lokal berupa kurikulum muatan lokal (mulok). Mengapa? Menanamkan cinta berbudaya dijadikan sebagai semangat dasar agar pelaku budaya mengenal, memahami, dan mencintai sepenuh hati. Kebudayaan diibaratkan sebagai tempat (wadah, contour) dan pendidikan sebagai bahan (content) yang menempati (diwadahi). Dengan tempat yang ideal, diharapkan terciptanya generasi yang berbudaya (beretika), bertata laku (conduct) bijak, dan menempati tempat (kebudayaan) yang ideal, keduanya tak dapat dipisahkan. Hal tersebut menandaskan bahwa generasi yang berbudaya tercipta setelah digodok di lembaga pendidikan. Jika tidak terwujud, berarti pendidikan telah gagal mencetak generasi terdidik.

Perekonomian warga Kudus perlu dioptimalkan, data BPS Kudus awal 2012, rumah tangga miskin mencapai 68.379 rumah tangga atau 35 persen dari sekitar 190 ribu rumah tangga. Jika tahun 2008 jumlah rumah tangga miskin hanya 35.502 yang menjadi obyek distribusi beras miskin (raskin). Bahkan hasil pantauan kegiatan survei Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) BPS Kudus akhir 2011, terdapat 1.026 rumah tangga sasaran yakni keluarga miskin. Terdapat 52 dukuh di 9 kecamatan di Kudus belum teraliri listrik. Hal tersebut akibat berbagai faktor di antaranya menurunnya jumlah industri rokok yang berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kudus. Seyogyanya memberdayakan potensi lokal berupa produk khas lokal Kudus yang dapat dijadikan alternatif utama lahan/sumber perekonomian warga Kudus. 

Lanjutkan membaca

Memahami Pelaksanaan Zakat dalam Persepsi Publik

Oleh: Lina Kushidayati

Dosen STAIN Kudus, Alumni Leiden University Belanda, Mahasiswa Program Doktor IAIN Walisongo Semarang

 

Era perdagangan bebas kini, ekonomi Islam digunakan dalam perekonomian nasional dan internasional. Inti perekonomian Islam adalah mewujudkan pemerataan distribusi pendapatan agar terkurangi kesenjangan ekonomi antar-sesama, maka diberlakukan zakat. 

Zakat merupakan empati si mampu pada lingkungannya agar saling menjaga diri dengan sesamanya. Zakat merupakan interaksi ekonomi yang memiliki dua aspek, kemanusiaan antar-sesama pemberi dengan penerima dan ketaatan hamba pada khaliknya karena berzakat merupakan taat perintah-Nya. Bila zakat dilakukan dengan baik maka meningkatkan kualitas keimanan seseorang, membersihkan jiwa dari tanggung jawab pada si miskin sehingga hartanya terbersihkan. 

Ragam obyek/sumber zakat berkembang karena dinamika sumber perekonomian. Obyek zakat antara lain berupa emas dan perak, hasil pertanian (tanaman dan buah-buahan), barang temuan, barang tambang yang ditentukan standar ukuran, zakat profesi berdasar jumlah penghasilan, doorprize, zakat hasil laba perdagangan, perindustrian, zakat deposito, hewan ternak (digembala di tanah lapang, bukan dikandangkan atau diberi makan khusus, tapi bila berternak bertujuan diperdagangkan maka kategori zakat niaga, bukan zakat hewan ternak karena satu harta hanya menjadi satu obyek zakat), dsb. 

Hal yang perlu ditelaah aspek sumber hukum dari nash untuk pemahaman publik adalah obyek zakat hasil penemuan, doorprize, dan deposito. Hemat penulis, hal ini belum banyak diulas. Menurut pendekatan ijmali (global) harta obyek zakat berupa zakat penghasilan, zakat perusahaan, zakat surat berharga termasuk saham dan sukuk, zakat perdagangan mata uang, investasi properti, asuransi syariah, usaha tanaman anggrek, madu, sarang burung walet, ikan hias, dan sektor usaha lain yang sejenis. 

Untuk madu, ada 3 pendapat (1) Imam Malik, Syafi’i, Ibn Abi Laila, Hasan bin Ali Shalih, dan Ibn al-Mundziri, madu bukan obyek zakat, (2) Abu Hanifah dan pengikutnya, madu termasuk obyek zakat, (3)Yusuf al-Qaradlawi bahwa nash yang bersifat umum menyebutkan setiap harta wajib dizakati tanpa dibedakan satu dengan lainnya. Madu diqiyaskan dengan buah-buahan karena produk hasil pertanian menjadi obyek pajak. Al-Baqarah:267 “Hai orang yang beriman, zakatlah di jalan Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami anugerahkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu zakatkan dari yang buruk tersebut, padahal kamu sendiri enggan memanfaatkannya” At-Taubah:103“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang berkewajiban zakat, dengan zakat kamu (muzakki) membersihkan (dari kikir dan mengurangi mencintai benda berlebihan) dan mensucikan (menyuburkan sifat kebaikan dalam hati dan mengembangkan harta) dan mendoakan untuk yang berzakat. Sesungguhnya doa penerima zakat menjadi tenteramnya jiwa pemberi”. 

Lanjutkan membaca

Shalat adalah Kontrol Sosial

Oleh : KH. Syaifuddin

Hadirin Sidang Jum’at yang Dimuliakan oleh Allah

Marilah pada hari yang cerah ini, kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena hanya dengan taqwalah, kita dapat selamat menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Adapun salah satu di antara tanda terpenting bagi ketaqwaan kita adalah shalat kita. Apakah kita sudah rajin shalat sesuai yang diperintahkan? Yakni di awal waktu. Apakah kita sudah melaksanakan shalat-shalat sunnah sebagai penyempurna bagi kekurangan-kekurangan kita, ketika mendirikan shalat fardhu?

Lalu bagaimanakah kita mesti mengerti, apakah yang dimaksudkan sebagai shalat? Secara etimologi shalat adalah doa, secara umum. Sedangkan secara istilah syariat, shalat adalah suatu ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu, sesuai sarat dan rukun yang dimulai dengan Takbiratul Ihram dan disudahi dengan Salam. Tata caranya adalah sesuai yang dituturkan oleh para Sahabat, yang melihat Rasulullah sewaktu sedang shalat.

Turun-temurun hingga sekarang, maka begitulah kita dapat melihat orang-orang mendirikan shalat. Demikian pula kita mendirikan shalat, sesuai ajaran yang kita yakini kesahihannya hingga saat ini. Hal ini telah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang kami bacakan di awal tadi, yang artinya adalah ”Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melaksanakan/ mempraktikkannya.” (HR Bukhari-Muslim)

Menurut sejarahnya, perintah shalat diterima oleh Rasululah SAW ketika menunaikan Isra’ mi’raj. Bahwa Nabi Muhammad naik menuju Sidratul Muntaha dan bertemu secara langsung (yaqodhoh) dengan Allah SWT. Pada saat inilah Rasulullah mendapat perintah baginya beserta seluruh ummat yang mempercayai keterutusannya, berupa shalat 50 kali sehari yang kemudian dikurangkan hingga lima kali.

Pewahyuannya yang secara langsung ini, menjadikan shalat diyakini oleh para ulama sebagai sebuah ibadah yang memiliki keistimewaan-keistimewaan tertentu. Shalat adalah ibadah yang pertama kali ditimbang, kelak dihari pembalasan. Jika seorang hamba baik shalatnya, maka tentu menjadi baik pulalah seluruh amal perbuatannya. Sebaliknya, jika seorang hamba jelek shalatnya, maka berarti buruk pulalah seluruh hidupnya.

Hadirin Sidang Jum’at yang Berbahagia

Tentu urusan baik dan buruk ibadah shalat seseorang kemudian bukan hanya ditentukan oleh rajin dan tidaknya ia pergi ke Masjid. Melainkan juga menghitung khusyuk ataukah tidaknya, ikhlas atau pamernya seorang hamba ketika sedang menghadap Sang Pencipta alam semesta ini setiap waktunya. Sebagaimana firman Allah,

“Telah beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun, 23:1-2)

Bukan hanya di akhirat, Allah menjanjikan kebahagiaan bagi hambanya yang mendirikan shalat dengan segenap jiwa dan raganya. Semenjak di dunia pun Allah telah memberi kabar gembira kepada umat Islam, sebagaimana firman Allah:

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…” (QS. al-A’raf, 7:96)

Meskipun ketaqwaan tidak dapat hanya diukur dari sisi lahiriah berupa shalat saja, namun shalat jelas-jelas merupakan pintu masuk bagi setiap Muslim untuk memulai pengabdian kepada Allah dan Rasulullah.

Lanjutkan membaca

Doa Sebagai Pertahanan Pertama dan Utama Orang Beriman

Oleh: Mohammad Damami

  

Dewasa ini, bahkan kapan saja dan di mana saja, sering dijumpai manusia yang mengalami depresi kejiwaan. Sebab-sebab luar yang menekannya bermacam-macam, searah dengan problem-problem hidup yang dihadapi oleh setiap person orang. Sebenarnya, kejiwaan manusia itu cenderung sehat dan kuat. Apalagi agama, terutama agama Islam, telah memberikan bekal-bekal mental untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan kejiwaan manusia itu.

Kalau dilacak ke belakang, zaman yang pernah dijalani umat manusia meliputi zaman pertanian, zaman perdagangan, dan yang terakhir zaman komunikasi. Demikian secara umum pendapat Alvin Toffler. Zaman pertanian dibarengi dengan zaman nelayan dan peternakan. Zaman pertanian ini ditandai dengan kehidupan yang diwarnai serba guyub, rukun, berkumpul, dan bekerjasama. 

Dalam zaman seperti ini diduga kecenderungan mementingkan diri sendiri yang berujung pada kecenderungan sifat menindas relatif sangat tipis. Justru, kecenderungan saling memperhatikan kepentingan bersama dan saling melindungi adalah yang sangat tebal. Diduga pula, pada zaman seperti ini kesehatan kejiwaan manusianya relatif baik. Kebutuhan tiru-meniru untuk memperbaiki kehidupan masih setimbang, dengan kebutuhan hidup sederhana menurut zaman itu.

Zaman perdagangan dimulai dari model barter (tukar barang), berlanjut pada perniagaan (jual-beli beralat tukar uang), dan berujung pada kegiatan industri (produksi barang dan jasa). Zaman perdagangan ini ditandai dengan kehidupan yang diwarnai serba pamrih, kerja-upah, untung-rugi, kaya-miskin, kuat-lemah, menang-kalah, dan penuh dengan persaingan. Dalam zaman seperti ini diduga kecenderungan mementingkan diri sendiri (individualisme) yang berujung pada kecenderungan sifat menindas menjadi makin menebal. Orang berkecenderungan untuk bersikap cuek (apriori) kepada nasib orang lain, dan kalau perlu berusaha menghalangi orang lain agar tidak menjadi besar serta menjadi rival. 

Karena itu, diduga, zaman seperti ini akan mudah menyebabkan manusianya menjadi sakit kejiwaannya, yang satu pihak menjadi manusia penindas dengan segala macam atribut dan sifat buruknya. Di pihak yang lain menyebabkan munculnya manusia yang merasa tertindas dengan segala akibat dan sifat negatifnya pula. Kecenderungan untuk tiru-meniru bukan lagi sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidup secara wajar, melainkan justru berusaha saling mengintai untuk menjatuhkan lawan atau saingannya dan memenangkan persaingan untuk dirinya sendiri. Muncullah simbol-simbol kemewahan hidup dan budaya mercusuar, sebagai tanda kesuksesan dalam persaingan.

Lanjutkan membaca

Merindukan Tendangan Kaki Kecil

Oleh: Lilis Rahayu Wardani Spsi *)

PAUD At Tazkiya Kudus

 

Surabaya 1997, bulan Juli yang panas ketika kuinjakkan kakiku di Kota Pahlawan. Kota yang menjadi sahabat dan kenyataan hidup yang kelak menjadi bagian sejarah hidupku, bahwa Allah memang memberiku takdir mulia untuk menjadi seorang pendidik anak usia dini. Lari dari kepahitan hidup patah hati ditinggal sang kekasih hati. Itulah awal tujuan aku berada di kota ini. Berusaha melupakan, melarikan diri, meratapi dan akhirnya meyakini semua yang diberikan Allah adalah yang terbaik dan berhikmah baik, karena Allah mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.

Mengawali dari ”tidak bisa apa-apa” karena aku sama sekali tidak punya pengalaman menjadi seorang guru anak usia dini dan tidak pernah bercita-cita menjadi guru. Ya hanya berbekal sedikit ilmu belajar di Fakultas Psikologi-lah yang kata orang itu sudah dekat dengan dunia anak, meski sebetulnya banyak hal yang masih harus kupelajari untuk benar-benar memahami dunia anak anak. Awal jejak-jejakku dalam memahami seluk beluk anak usia dini. Kujalani profesi menjadi seorang guru TK dengan bekal ”suka anak-anak”, aku mulai menjalani hari-hari bekerja beraktivitas bersama mahluk  yang berukuran tinggi sekitar tiga kaki dan berat badannya sekitar 15 kg atau sekitar 20 kg. Anak usia dini! Setiap hari aku ingin segera bel pulang untuk anak-anak itu segera berbunyi agar tidak ribut dan tidak kacau lagi. Anak-anak itu tampak menyebalkan karena dengan daya lasaknya yang hebat dan luar biasa serta  perkembangan motoriknya yang berkembang pesat pada usia itu membuatnya mereka selalu berlari, melompat, mendorong, menarik, memutar, mencoret, bersembunyi, dan aktivitas yang tidak duduk pokoknya!

Tiap hari membuatku harus tahan diri untuk tidak emosi, disabar-sabarkan gitulah. Namun kemudian akhirnya aku mendapatkan ilmu besar bahwa seorang anak yang berkembang matang kemampuan motoriknya pada usia dini, maka kepercayaan dirinya akan berkembang optimal. Suatu syarat yang harus ada untuk berkembangnya potensi-potensi baik yang ada pada dirinya. Jadi solusi untuk anak-anak yang belum berkembang maksimal pada usia seharusnya adalah ”matangkan motoriknya! Allahu Akbar!

Belajar memahami karakter anak dan bekerja sama dengan anak-anak kudapat dari pengalaman hidup bersama anak-anak kecil itu. Bagaimana membuat mereka mau melihat aku saat mengajar, bagaiman membuat mereka mendengarkan apa yang kukatakan, bagaimana membuat mereka mau melakukan apa yang kuperintahkan pada mereka. Pengalaman batiniah yang susah dilukiskan dan senangnya bukan kepalang ketika akhirnya bisa membuat mereka mengerti konsep-konsep ilmu sederhana yang kelak menjadi bekal mereka, serta perubahan karakter yang terjadi secara pelan, hingga mereka tumbuh menjadi anak yang berani dan menjadi punya karakter hidup yang baik. Lega ketikamereka sudah tidak menangis ketika ditinggal mamanya, bahkan menyuruh sang mama pulang saja. Subhanallah. Bangga dan senang aku bisa menaklukkan keganasan mereka. Dan membuat mereka ingin pergi lagi ke sekolah esok. Mereka telah cinta sekolah!

Lanjutkan membaca