Panwas Merasa Dilecehkan

KOTA SEMARANG – Caleg Partai Demokrat Dapil Semarang IV nomor urut 2 Anna Endrawati, mangkir dari panggilan Panwascam Tembalang, Jumat (28/2). Bahkan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang itu juga terkesan melecehkan panwas, dengan mengirim pesan instan yang berisi tudingan tak profesional.

Ketua Panwascam Tembalang Bekti Maharani mengaku menyesalkan ketidakhadiran caleg tersebut. Menurutnya, itu tindakan yang tidak kooperatif. 

”Kami sangat menyesalkan tindakan Anna yang tidak kooperatif ini. Terlebih ketika Kamis (27/2) lalu kami kontak via BBM, dia menulis kalimat yang terkesan kurang menghargai panwaslu,” ujarnya, melalui rilis, kemarin. 

 

Ia mengatakan, kata-kata yang dikirimkan Anna ke panwascam terkesan meremehkan dan tak simpatik. Ia menunjukkan isi BBM tersebut berbunyi ”Mbok ya yang profesional dan proporsional. Apa perlu klarifikasi di tingt Kec??? Mhn proporsionalitas dalam menyikapi dr panwascam,” begitu tulis Anna melalui BBM kepada Bekti. 

Selanjutnya, Panwascam memutuskan menyerahkan kasus ini ke Panwaslu Kota Semarang untuk ditindaklanjuti. Panwascam Tembalang juga mendatangi TK Kemala Bhayangkari, tempat ditemukannya kampanye oleh seorang caleg DPD HR Utami.

Di lokasi itu, Panwascam Tembalang menemukan banyak bahan kampanye berupa kalender dan stiker bergambar HR Utami di meja kepala sekolah. Dalam klarifikasi di ruang kerjanya, Kepala TK Kemala Bhayangkari Sri Murtini menjelaskan, TK yang ia pimpin hanya menjadi tempat pertemuan bulanan IGTKI. 

Sementara, HR Utami hanya bersedia diperiksa di rumahnya. Ia menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Ia menerangkan, kedatangannya ke TK Kemala Bhayangkari karena dikirimi pesan singkat (SMS) oleh temannya, caleg DPRD Kota Semarang dari Gerindra Tri Wayuni. 

“Dia meminta stiker dan kalender saya. Tapi itu di luar komplek sekolah. Jika ada stiker di dalam sekolah, saya tidak tahu,” kilahnya. 

TRI WURYONO \ ALI MUNTOHA