Jelang Ujian, Puluhan Siswa Kerap Kesurupan

REMBANG – Puluhan siswa SMPN 1 Sulang kesurupan  saat mengikuti istighotzah di halaman sekolah, Jumat (28/2) pagi. Sebanyak  40 siswa yang sebagian besar adalah kelas IX tiba-tiba berteriak histeris. Demi menjaga keamanan dan keselamatan para siswa, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh peserta didik lebih awal dari biasanya.

Kejadian kesurupan yang beberapa kali dialami para siwa, mengakibatkan para guru dan siswa khawatir kegiatan belajar mengajar semakin kacau. Apalagi, Senin (3/3), siswa kelas IX akan mengikuti ujian ujicoba nasional. 

Kepala SMP N 1 Sulang Subarkah mengatakan, istighozah yang melibatkan semua siswa dan guru itu bertujuan untuk memohon perlindungan dari Allah agar kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa kembali normal. Sebab beberapa hari sebelumnya, atau sejak tanggal 3 Desember 2013 lalu, kesurupan massal sering terjadi di sekolah tersebut. 

 

Menurut dia, para siswa dan siswi mengalami kesurupan  akibat gangguan makhluk halus yang berasal dari Jepang, Cina dan Belanda. Seperti juga kesurupan yang terjadi Jumat pagi, tiba-tiba salah seorang siswa bertetiak-teriak, kemudian menjalar kepada ke sejumlah siswa lainnya. 

”Untuk mengantisipasi agar kesurupan tidak meluas, kami mendatangkan 20 kiai. Namun mereka sempat kesulitan menyadarkan para siswa yang kesurupan,” ujarnya, kemarin.

Salah seorang staf pengajar SMPN 1 Sulang, Ahmad Sofyan Fadoli mengatakan, berdasarkan ucapan yang dilontarkan para siswa saat dalam kondisi kesurupan, sejumlah makhluk astral di lingkungan sekolah merasa terganggu dengan penebangan empat pohon di belakang sekolah. Lokasi pohon tersebut saat ini telah ditempati gedung Laboratorium IPA yang mulai dibangun pada akhir Oktober 2013 lalu.

Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah agar tidak terjadi lagi gangguan dari makhluk penunggu pohon tersebut. Selain turin menggelar istighozah, pihak sekolah juga kerap mendatangkan sejumlah paranormal untuk menetralisasir lingkungan sekolah dari ancaman gangguan kesurupan. Namun kasus serunggpa juga masih kembali terjadi.

AHMAD FERI / SUMARNI