Han’s Bakery Diterpa Isu Haram, Omzet Turun

KUDUS – Akibat isu haram terhadap produk yang dihasilkannya, toko roti Han’s Bakery di Jalan Ahmad Yani mengalami penurunan omzet. Isu itu memaksa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kudus memeriksa produk roti di toko tersebut, bersama BPPOM Semarang, kemarin.

Pemilik Han’s Bakery Darmanto mengatakan, dampak dari beredarnya kabar produk Han’s yang tidak halal, memang menurunkan omzet penjualan. ”(Isu) itu sudah beredar lama. Namun puncaknya adalah hari ini (kemarin, Red). Atas kabar tersebut, perusahaan kami turun omzet sampai 15%,” katanya di sela-sela pemeriksaan.

Kedatangan MUI didampingi BPPOM Semarang kemarin tersebut, memang dilakukan salah satunya untuk menanggapi isu tersebut. termasuk dalam upaya melindungi konsumen. 

 

”Itu sebabnya, kami didampingi BPPOM melakukan penelitian terhadap semua produk dari Han’s Bakery. Kami ingin melindungi konsumen atau masyarakat, supaya mereka merasa aman dan nyaman ketika membeli produk Han’s Bakery ini,” kata Ketua MUI Kudus H Syafiq Nashan.

Syafiq mengatakan, semua produk yang dikeluarkan Han’s, akan dilakukan tes terhadapnya. Kemudian, hasilnya akan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa secara intensif. ”Kita buat masyarakat nyaman. Kalau produk itu ada label halalnya, pastinya kan tenang konsumen yang membelinya,” jelasnya.

Label halal sendiri berlaku selama dua tahun, dan harus diperpanjang lagi. Syafiq menambahkan, kebanyakan dari produk makanan yang tidak mau mencantumkan label halal, karena produsen beranggapan jika prosedurnya berbelit-belit. ”Termasuk juga dibilang harus mengeluarkan biaya yang banyak. Padahal, kenyataannya semua itu tidak benar. Prosesnya juga mudah kok,” ujarnya.

Sementara perwakilan BPPOM Semarang Imam Muntasir mengatakan, tidak semua produk makanan yang ada di pasaran itu, bisa dipastikan kehalalannya. ”Tapi kalau dalam kemasan makan terdapat tulisan halal, berarti makanannya sudah halal. Sudah melalui pemeriksaan resmi. Namun jika tidak terdapat label itu, maka harus atau perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut,”  katanya.

Hasil pemeriksaan terhadap Han’s sendiri, menurut Imam, memerlukan waktu hingga tiga pekan untuk mengetahui hasilnya. Tes yang dilakukan sendiri mulai dari bahan, proses memasak, produk jadi, bahkan sampai nama makanan atau merek. ”Kalau nama makanannya yang ada itu tidak baik, maka label hahal tidak bisa dikeluarkan,” imbuhnya.

M3/MERIE