6 Unit Toko Pasar Ratu Terbakar

JEPARA – Enam toko depan Pasar Jepara Satu (Ratu) di Jalan Untung Suropati Jepara, Jumat (28/2) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB terbakar. Kobaran api baru dapat dipadamkan setelah sekitar 8,5 jam atau sekitar pukul 09.00. Proses pemadaman memakan waktu cukup lama lantaran pintu toko dalam kondisi tertutup dan terkunci, serta keterbatasn mobil Damkar.

Informasi yang dihimpun Koran Muria, api terlihat kali permama di  Toko Besi SS Witjahya. Kobaran api dan kepulan asap membumbung dari atap toko yang menjual cat, besi, dan berbagai mahan bangunan. Mmelihat api kian membesar, sejumlah warga langsung menghubungi pemadam kebakaran setempat.

”Pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan api lantaran pintu tralis toko terkunci dan warga sekitar tidak ada yang mengetahui keberadaan pemiliknya. Sehingga api semakin membesar dan merambat ke beberapa toko yang ada di sekitarnya. Sekitar pukul 03.30, petugas membuka paksa pintu tersebut,” kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Surana.

 

Ia menjelaskan, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.Upaya pemadaman terus dilakukan hingga pukul 09.00, dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Antara lain dari Pemkab Jepara, PLTU TJB, Mebel Kota Jati, PR Djarum dan Sukun Kudus.

”Kemungkinan karena faktor korsleting. Percikan api lalu menyambar cat dan tiner yang sifatnya memang mudah terbakar. Selain SS Witjahya, beberapa toko yang terbakar antara lain, Toko Petruk, Toko Mas Semar, dan Toko Indah Jaya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Jepara Sholih mengatakan, untuk menangatasi serta meminimalisir kebakaran di  wilayah Jepara, pemkab setempat berencana membeli satu unit pemadam kebakaran pada tahun ini. Pasalnya, selama ini pemkab hanya memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran.

Menurut dia, keterbatasan Damkar merugikan masyrakat, apalagi saat musim kemarau dan potensi terjadi kebakaran di sejumlah daerah cukup tinggi Meskipun ada sejumlah damkar bantuan dari kota tetangga maupun dari perusahaan swasta, namun jarak yang cukup jauh, sehingga api semakin berkobar dan cepat menjalar. 

”Jarak yang ditempuh dari pusat kota ke pinggiran sangat jauh dan membutuhkan waktu lama. UPT untuk Damkar dibutuhkan jika terjadi kebakaran di wilayah pinggiran Kota. Tapi jika sudah memiliki Damkar banyak nanti,” paparnya.

WAHYU KZ / SUMARNI