Pengembang Perumahan di Kota Semarang Keluhkan Rencana Kenaikan Tarif PBB

KOTA SEMARANG – Sejumlah pengembang perumahan di Kota Semarang mengeluhkan adanya rencana kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang akan diterapkan Pemerintah Kota Semarang. Pasalnya, jika hal itu benar-benar diterapkan, maka akan menyebabkan beban biaya pengembangan perumahan mengalami kenaikan.
Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng Bidang Promosi Publikasi dan Kehumasan Dibya K Hidayat mengatakan apabila kenaikan tarif PBB itu benar diberlakukan, banyak pengembang di Kota Semarang enggan membangun rumah. Sebab, dengan kenaikan tarif PBB itu, maka berdampak pada harga jual perumahan yang semakin tinggi.

”Kalau kenaikan tarif PBB ini naik, pasti akan memengaruhi harga jual rumah. Oleh karena itu, kami akan bertemu dengan pihak pemkot untuk membicarakan hal ini,”kata di sela pembukaan REI Expo II 2014 di Java Mall Semarang, Jumat (21/2).
Menurut pengembang perumahan Kini Jaya Kota Semarang itu, rencana kenaikan tarif PBB itu bervariasi. Mulai dari 200-300 persen dari tarif PBB saat ini.
Dirinya menyadari, langkah pemkot menaikkan tarif PBB itu karena ingin meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). ”Tapi, pemerintah seharusnya juga mempertimbangkannya. Kalau kenaikan pajak PBB ini diterapkan, maka akan bunuh diri,” imbuh Dibya.
Sementara itu, terkait dengan pameran perumahan REI Expo II 2014 kali ini, diikuti 22 pengembang yang ada di Kota Semarang. Dalam pameran tersebut, penyelenggara menargetkan transaksi sebesar Rp 60 miliar.
ARIES BUDI