INES: Jokowi Ranking 6

JAKARTA – Lembaga riset Indonesia Network Election Survey (INES) menempatkan Gubernur Jakarta Joko Widodo di ranking ke enam. Hal ini jauh berbeda dengan hasil sejumlah lembaga survei lain yang menempatkannya di posisi puncak.
”Elektabilitas Jokowi terjun bebas, akibat janji dia saat pilgub. Saat itu Jokowi mengatakan masalah banjir dan macet bisa diselesaikan dengan manajemen anggaran. Tapi tidak terrealisasi, dan tidak ada progres yang jelas,” kata Direktur Eksekutif INES Irwan Suhanto saat memaparkan hasil surveinya, Kamis (20/2).
Diberitakan Antara, Irwan mengatakan, survei yang diselenggarakan sejak 1-14 Februari 2014 itu, 67 persen masyarakat menganggap aksi blusukan Jokowi tidak ada hasilnya. Terlebih lagi. kasus pengadaan Bus TransJakarta yang rusak sebelum dipakai, menunjukan minimnya pengawasan dan pengendalian mantan Wali Kota Solo itu.

”Hal ini tergambar dari elektabilitas Jokowi yang hanya 5,6 persen dalam temuan kami,” ungkapnya.
Survei dengan metode wawancara mendalam dan pengisian kuesioner itu, melibatkan 7.937 sampel warga. Ada pun margin of error sekitar 1,27 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil riset itu menyebut, elektabilitas Prabowo Subianto melejit menjadi 19,5 persen, Aburizal Bakrie 11,3 persen, Dahlan Iskan 6,9 persen, Wiranto 6,3 persen. Baru kemudian Joko Widodo 5,6 persen, Hatta Rajasa 2,4 persen, Jusuf Kalla 2,2 persen, Surya Paloh 1,7 persen.
Sementara hasil sejumlah survei lain menempatkan Jokowi pada posisi puncak. Di antaranya LSI pimpinan Denny JA, yang menempatkan Jokowi di posisi teratas perolehan 38,3 persen suara. Di LCS Survey, Jokowi memimpin dengan perolehan sebesar 41 persen. Begitu juga, survei Pusat Data Bersatu (PDB) mencatat elektabilitas Jokowi mencapai 28 persen.
ALI MUNTOHA