Pemprov Jawa Tengah Dorong Realisasi Tol Semarang-Batang

KOTA SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, melakukan upaya untuk mendorong segera direalisasikannya proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang sepanjang 75 kilometer.
”Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Bahkan dari pihak ketiga yakni investor sudah datang,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono kepada Antara, Selasa (18/2).
Menurut dia, realisasi proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang sedikit terhambat karena berbagai kendala teknis.”Kami akan susun penjadwalan ulang, dan itu memang agak berat karena investornya gonta-ganti,” ujarnya.
Ia mengatakan, proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang mendesak segera diwujudkan, karena ruas menuju dan dari Semarang memiliki potensi yang menjanjikan. Yakni guna pengembangan sektor perekonomian di daerah setempat, sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur pantai utara Jateng.

Jalan tol Batang-Semarang rencananya akan dibangun dalam lima seksi, yakni seksi pertama sepanjang 3,2 kilometer, seksi dua 36,3 km, seksi tiga 11,0 km, seksi empat 13,5 km, dan seksi lima 10,9 km.
Kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan tol Semarang-Batang tersebut, mencapai sekitar Rp7,21 triliun. Termasuk kegiatan konstruksi dengan total biaya pembebasan lahan senilai Rp 836 miliar.
Sebanyak 23 desa di Kabupaten Batang dipastikan akan terkena proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang, setelah adanya pembahasan dari tim pembebasan tanah (TPT), Badan Pengelolaan Jalan Tol, dan pemerintah daerah setempat.
Pertemuan itu membahas proses pembebasan lahan milik warga yang berada di 23 desa yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Batang, Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih, dan Gringsing.
Sedikitnya ada tiga desa yang lahannya sudah dibebaskan terkait dengan proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang, yaitu Desa Cepoko Kuning, Lawang Aji, dan Tegalsari Kecamatan Batang.
SUMARNI