Semarang Terapkan SRI

KOTA SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang dalam menggenjot produktivitas gabah tahun ini, akan menerapkan ’system of rice intensification’ (SRI). Pada tahap awalnya, akan diterapkan di lahan seluas 40 hektare milik petani.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Rusdiana saat dihubungi Antara mengatakan dengan teknologi tersebut, produktivitas gabah di kota ini bisa meningkat. Jika sebelumnya hanya lima ton per hektare, bisa menjadi enam atau 10 ton per hektarenya.
”Saat ini, kami masih melakukan verifikasi calon petani yang akan menerapkan SRI ini. Nantinya, SRI bisa saja diterapkan di lahan yang sebelumnya kebanjiran dan gagal panen atau puso,” ujar Rusdiana.

Dirinya menjelaskan, penerapan SRI menggunakan dana bantuan sosial (bansos) yang langsung diberikan kepada kelompok petani. Tidak ada spesifikasi khusus petani yang menerima bantuan, baik yang lahannya mengandalkan irigasi maupun tadah hujan. Namun, siapa saja petani yang mendapatkan bantuan, hingga saat ini belum ditentukan.
”Di Semarang, daerah yang ada sawahnya di daerah Mangkang, Tugu, Mangunharjo, dan Pedurungan. Akan tetapi berapa lahan yang terkena banjir, masih dalam tahap pendataan,” katanya.
Apabila nanti diketahui data petani yang mengalami kerugian akibat banjir, lanjut Rusdiana, maka nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Misalnya, mendapatkan cadangan benih padi.
”Bagi petani yang tanamannya gagal panen atau puso, bisa mengajukan bantuan melalui kelompok taninya. Selama menunggu bantuan tersebut, bisa saja menerapkan SRI,” tandas Rusdiana.
ARIES BUDI