Petani Kendal Rugi Rp 1 M

KENDAL – Dinas Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal menyatakan, total kerugian petani yang diderita petani, mencapai Rp 1 miliar. Total kerugian tersebut, berasal dari 2.900 hektare sawah yang terendam, 350  hektare di antaranya terancam rusak atau puso.
Kepala DP3K Kendal Sri Purwati menjelaskan, lahan persawahan yang terendam banjir paling parah di wilayah Kecamatan Brangsong, sekitar 255 hektare dan terancam puso. Sedangkan di Kecamatan Patebon ada 250 hektare, Rowosari 56 hektare, dan sisanya di Kecamatan Kangkung dan Kendal.
”Tanaman padi itu rata-rata berusia satu hingga empat minggu. Sedangkan petani rugi antara Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per hektarenya. Diperkirakan, kerugian akibat banjir mencapai lebih dari Rp 1 miliar ,” kata Sri, kemarin.

Menurutnya, DP3K tidak bisa menjanjikan bantuan bibit kepada para petani. Hal itu dikarenakan, DP3K tidak mempunyai anggaran untuk keadaan darurat seperti bencana banjir. Namun demikian, pihaknya akan berupaya mengajukan bantuan ke Kementerian Pertanian, agar kerugian petani bisa berkurang.
Sementara itu, dari sisi pertambakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal punya datanya tersendiri. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal Cipto Wahyono menyatakan, tambak di wilayahnya yang kebanjiran mencapai 225 hektare. Tambak tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Kaliwungu 64 hektare, Brangsong 30 hektare, Kendal 83 hektare, dan Kangkung 48 hektare. Total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 626 juta.
”Kalau jumlah tambak di sini keseluruhannya ada 3.312 hektare. Saat ini, sedang diupayakan bantuan bibit ikan pada bulan Juli 2014,” jelas Cipto.
M HARIYANTO / ARIES BUDI