Pantura Sendangasri Harus Segera Ditinggikan

REMBANG – Perbaikan jalur Pantura Sendangasri, Kecamatan Lasem, Rembang harus segera dilakukan.   Sebab saat musim hujan tiba, jalan nasional sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut , menjadi langganan banjir dan menyebabkan kemacetan parah. Terutama di jalur di KM 124 hingga 125.
”Jalan di Jalur Pantura Sendangasri kami usulkan agar ditinggikan minimal 40 sentimeter. Berdasarkan catatan, sejak Desember 2013, wilayah tersebut sudah tiga kali banjir. Akibat terendamnya jalan Pantura ini sangat luas karena akses nasional terganggu,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Hamzah Fatoni, kemarin.

Menurut dia, untuk mengantisipasi banjir di Pantura Sendangasri, pemkab juga akan melakukan normalisasi Sungai Patihan menuju Desa Sendangasri. Normalisasi mulai hulu hingga hilir Sungai Patihan dan sejumlah sungai besar lainnya di Kabupaten Rembang, pada musim kemarau mendatang.
”Berdasarkan hasil kajian BPBD, banjir di Pantura Sendangasri dipicu terlalu sempitnya aliran Sungai Patihan di sebelah timur jalan,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Rembang, Puji Santoso menyatakan dukunganya terhadap rencana normalisasi sungai dan peninggian ruas jalan Pantura Sendangasri. Namun politisi asal Kecamatan Pancur itu menilai,penanganan banjir di Pantura Desa Sendangasri tidak cukup dengan peninggian jalan dan normalisasi alur Sungai Patihan.
Drainase tepi jalan masuk Desa Sendangasri, kata dia,  juga perlu dinormalisasi secara berkelanjutan. Persoalan penanganan banjir di Sendangasri perlu ditangani secara utuh, sebab drainase di dua akses jalan menuju kampung juga kurang terawat.
”Selain itu, juga terjadi pendangkalan parah di saluran air dari desa menuju ke Sungai Patihan. Akibatnya, air di saluran itu cepat melimpas ke jalan desa serta merusak belasan hektare sawah,” jelasnya.
 AHMAD FERI / SUMARNI