Korban Banjir Perlu Penanganan Lanjutan

JEPARA – Banjir  yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Jepara berangsur surut, dan sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing. Namun, bukan berarti penanganan terhadap para korban bencana telah selesai. Sebab, ribuan korban bencana banjir dan tanah longsor masih perlu ditanggulangi, karena mereka belum bisa melaksanakan aktivitas secara normal
”Korban banjir belum dapat bekerja dan beraktivitas secara normal. Sehingga, kami masih harus tetap memberikan bantuan kepada para korban banjir dan tanah longsor,”ujar Ketua Pelaksana BPBD Jepara, Lulus Suprayetno, Jumat (31/1).
Hingga beberapa hari ke depan, kata dia, pihaknya tetap mengirim kebutuhan pokok para korban, baik yang masih berada di pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah sekitar 12 ton beras per hari. Selain beras, beberapa kebutuhan pengungsi antara lain makanan dan obat-obatan.

”Sebanyak 12 ton beras tersebut, untuk sekitar 3.565 korban banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, yang hingga saat ini belum dapat beraktivitas,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuki mengimbau kepada seluruh relawan baik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jepara, maupuninstansi terkait lainnya, untuk melakukan penanganan pascabencana secara integratif.
”Artinya, dilakukan secara menyeluruh dengan menanggalkan ego sektoral masing-masing.Salah satu penanganan integratif yakni melakukan validasi data, jumlah korban dan kerusakan akibat bencana. Dengan begitu, pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk penanggulangan,” terangnya.
 Ia menyebutkan, sekitar 60 desa di 9 kecamatan yang terendam banjir, tercatat 72.000 lebih rumah tergenang air. Sebanyak 1.500 rumah terendam setinggi satu meter, sedangkan 800 rumah tenggelam. Bahkan ada 8 rumah di Desa Paren, Kecamatan Mayong roboh diterjang banjir.
WAHYU KZ / SUMARNI