Kapasitas Pasokan BBM Ditambah

KUDUS – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, memang sempat membuat kabupaten ini hampir lumpuh dari sisi perekonomiannya. Salah satu penyebabnya adalah akibat langkanya bahan bakar minyak (BBM).
Bupati Kudus H Musthofa sendiri memang mengakui bahwa krisis BBM yang terjadi di Kudus beberapa waktu lalu, memang cukup mengerikan. ”Antrean yang terjadi sangatlah panjang. Masyarakat dilanda kepanikan luar biasa, karena tidak bisa mendapatkan BBM. Padahal mereka harus beraktivitas,” katanya saat paparan di depan Menkokesra Agung Laksono, belum lama ini.
Namun saat ini, pasokan BBM bisa dipastikan sudah kembali merangkak normal. Bahkan, kapasitas pasokan ditambah dari jatah sebelumnya untuk Kudus. ”Pertamina sudah menyalurkan lebih dari kondisi normal. Karena kapasitas pasokan sekarang ditambah menjadi 116 persen,” jelas Ketua Hiswana Migas Wilayah eks Karesidenan Pati Joko Santoso.

Menurutnya, ditambahnya pasokan tersebut, untuk mengantisipasi adanya kekurangan yang bisa saja terjadi. Jika pun kemudian masih adanya antrean atau stok yang kosong di SPBU, hal tersebut bukan disebabkan adanya stok yang kosong.
”Namun, karena akses transportasi menuju Kudus memang mengalami hambatan. Atau sedikit tersendat. Ini karena jalurnya memang belum normal sepenuhnya untuk dilalui. Dan ini harus dimaklumi masyarakat. Yang penting jangan panik lagi,” ujarnya.
Namun sejauh ini, kondisi tersebut memang tidak lagi membuat masyarakat panik. Situasi masih normal, di mana warga juga sudah tidak lagi harus antre panjang atau semalaman untuk mendapatkan bahan bakar. Atau bahkan harus membeli di jalanan, dengan harga yang melambung tinggi, sebagaimana yang terjadi saat panic buying terjadi.
Joko mengatakan bahwa pihaknya tetap akan melakukan pemantauan terhadap situasi dan kondisi distribusi BBM di Kabupaten Kudus. Termasuk selalu mengontak kepada pengelola, untuk menanyakan stok di lokasi SPBU masing-masing. ”Kami pastikan bahwa semua SPBU sudah ada stok premiumnya. Kalau memang kurang atau ada masalah, pengelola pasti melaporkannya kepada kami,” imbuhnya.
MERIE