Bencana Biologis Ancam Petani Jateng

KOTA SEMARANG – Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Jawa Tengah Suryo Banendro, mengimbau para petani untuk mewaspadai bencana biologis. Bencana tersebut berupa serangan hama wereng, yang sering terjadi dan mengalami peningkatan pada saat perubahan iklim.
”Bencana biologis jika tidak diantisipasi mulai sekarang, akan merugikan para petani,” katanya kepada Antara di Semarang, Jumat (31/1).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi dari Komisi Perlindungan Tanaman pada 2013, juga telah terjadi bencana biologis. Namun luas areal yang terkena tidak sebanyak tahun ini.

Hingga akhir Januari 2014, tercatat sebanyak 1.160 hektare sawah di Jateng terserang hama wereng. Hama tersebut telah menyerang tanaman padi di 10 kabupaten/kota di Jateng, antara lain Kabupaten Banyumas dan Cilacap.
Menurut dia, ada lima hama tanaman utama yang perlu diwasapadai para petani, yaitu tikus, keong mas, penggerek batang atau ulat yang hidup dalam batang padi, virus tungro yang disebarkan oleh wereng dan serangga, serta hawar bakteri atau hawar daun bakteri yang menginfeksi tanaman.
”Jika tanaman sudah terinfeksi hawar bakteri, bisa menyebabkan gabah sedikit atau kosong. Hal itu biasanya ditandai dengan warna daun yang berubah, dari hijau menjadi keabu-abuan, menggulung, hingga akhirnya mati,” terangnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, luas lahan pertanian yang tergenang banjir di sepuluh kabupaten/kota diperkirakan mencapai 43 ribu hektare dan 13 ribu hektare di antaranya dinyatakan puso.
”Terkait dengan hal itu, Kementerian Pertanian siap membantu menyediakan bibit pertanian untuk sawah-sawah yang terkena banjir,” katanya.
SUMARNI