6 Kelurahan Rawan Longsor

KOTA SEMARANG – Longsor masih mengancam permukiman warga di enam kelurahan di Kecamatan Semarang Barat. Di enam wilayah tersebut masih banyak permukiman warga yang berada di daerah perbukitan.
Camat Semarang Barat M Khadik mengatakan, ada enam kelurahan di Kecamatan Semarang Barat yang sampai saat ini masih terdata sebagai daerah rawan longsor. Antara lain Ngemplak Simongan, Bongsari, Manyaran, Kembangarum, Kalibanteng Kidul dan Bojong Salaman.
”Kami mengimbau agar warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk lebih berhati-hati, khususnya ketika terjadi hujan deras,” ujarnya, Jumat (31/1).
Khadik juga mengajak warga Semarang Barat untuk menjaga lingkungan dengan melakukan penghijauan dan menjaga kelancaran drainase. ”Longsor yang sering terjadi juga dikarenakan penghijauan dan drainase yang kurang baik. Sehingga air yang mengalir liar akan menyebabkan tanah mudah longsor,” katanya.

Ancaman longsor juga masih menghantui warga Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat. Sepekan terakhir, warga RT 9 dan 10 RW 4 terus siaga saat hujan turun. Sebagian warga mengaku was-was karena tebing setinggi hampir lima belas meter yang ada di atas permukiman mereka sudah mengalami longsor lima kali dalam dua tahun terakhir.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suryanto menilai pelanggaran aturan tata ruang menjadi pemicu terjadinya bencana. Selain itu potensi bencana longsor juga dipicu dengan banyaknya pemukiman dan bangunan di wilayah konservasi, bahkan di wilayah patahan.
”Kasus bencana alam, khususnya tanah longsor tidak hanya disebabkan oleh faktor alam saja. Kesalahan manusia, juga banyak berperan dalam beberapa kejadian atau musibah tanah longsor,” ujar Suryanto.
Bahkan, katanya, banyak pengembang perumahan yang mengabaikan keselamatan konsumen dan lingkungan ketika membangun rumah atau perumahan. Kasus yang menimpa puluhan warga Trangkil Baru, Gunungpati adalah contoh nyata dari keserakahan pengembang.
”Ini menjadi tugas kita bersama. Bagi masyarakat, kami juga mengimbau agar saat membangun rumah atau menempati bangunan, bisa memilih tempat yang aman,” tandasnya.
TRI WURYONO / SUWOKO