35 Ton Beras Bulog Terendam Banjir

PATI – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, tidak hanya mengakibatkan ribuan warga megungsi, kerusakan infrastruktur,  serta belasan hektare padi gagal panen, namun juga merendam sebanyak 35 ton beras milik Perum Bulog Sub Divre Pati.
Puluhan beras di gudang Bulog yang berlokasi di Kecamatan Juwana itu, terendam banjir selama 11 hari  Atas kejadian tersebut, Bulog mengalami kerugian, karena kondisi beras rusak  dan tidak layak konsumsi.
”Hingga saat ini, Bulog masih berupaya memindahkan sisa beras yang masih bisa diselamatkan ke tempat lebih aman. Sehingga sisa beras yang masih bagus dapat di distribusikan. Termasuk  akan membagikan beras miskin (raskin) melalui bantuan bencana pemerintah kabupaten setempat maupun  provinsi,” kata Kepala Gudang Sub Divre II Pati Khozin, Jumat (31/1).

Menurut dia, meskipun sebagian beras  di gudang penyimpanan terendam banjir, namun secara umum kondisi beras di gudang dolog masih aman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan beras.
Untuk menyelamatkan tumpukan beras di bagian atas, agar terhindar dari genangan air, Bulog menggunakan mesin penyedot air supaya air di dalam ruangan gudang mengalir ke luar.
Sementara itu, salah seorang pedagan beras  Sutoyo (48), mengaku khawatir harga gabah di tigkat petani dan pedagang pascabanjir akan melambung tinggi. Selain itu, ketersediaan stok beras di gudang Bulog juga menipis karena puluhan ton terendam air.
”Berkurangnya stok beras di gudang Bulog, juga berpengaruh pada meningkatnya harga beras di pasaran. Apalagi, saat ini tidak sedkit petani mengalami gagal panen akibat  sawahnya terendam banjir,” ujarnya.
SYAMSUL FALAK / SUMARNI