3 Desa Terancam Tak Bisa Cairkan ADD

KENDAL – Tiga desa dari 286 desa yang ada di Kendal, belum menyerahkan rancangan APBDES kepada pemkab melalui Bapermaspemdes. Tiga desa itu di antaranya Desa Plantaran dan Desa Sidomakmur di Kecamatan Kaliwungu Selatan, serta Desa Sukorejo di Kecamatan Sukorejo. Karena dianggap tidak disiplin, Alokasi Dana Desa (ADD) di tiga desa itu terancam tidak bisa dicairkan pada tahun ini.
”Padahal syarat utama ADD bisa cair harus menyerahkan rancangan APBDES ke Bapermaspemdes. Jika Desa Sidomakmur kami maklumi karena merupakan pemekaran dari desa lain,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  (Bapermaspemdes) Kabupaten Kendal, Subaidi, kepada Koran Muria, Jumat (31/1).

Subaidi mengatakan, untuk memperbaiki kinerja kepala desa ke depan, pihaknya akan menggelar pelatihan bagi kades dan perangkat desa agar mempunyai ketrampilan. Itu juga dilakukan agar perangkat desa memiliki disiplin administrasi, termasuk pelaporan rancangan APBDES.
”Masih banyak desa atau kepala desa yang mengajukan APBDES pembuatannya secara asal-asalan. Ada juga yang membuat secara copy paste atau meniru daerah lain,” keluhnya.
Ketua Komisi A DPRD Kendal Sakdullah Mas’ud mengatakan, aparatur desa yang ada di Kendal kurang disiplin. Padahal APBDes harus dibuat secepat mungkin agar ADD bisa segera dicairkan.
”Kalau memang syaratnya seperti itu ya harus dilakukan. Dana APBDES juga demi guna kelancaran pembangunan desa itu,” kata Sakdullah.
Agar tidak banyak aparatur desa yang membuat APBDES meniru daerah lain, menurutnya mereka harus mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional. ”Apalagi UU Desa disahkan,” tuturnya.
M HARIYANTO / SUWOKO