Perbaikan Pascabanjir, Pemprov Butuh Ratusan Miliar

KOTA SEMARANG-Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperkiraka perbaikan pasca banjir, yang terjadi di wilayahnya mencapai ratusan miliar rupiah. Saat ini pemerintah sedang menginventarisasi kerugian materiil maupun nonmaterial.
Selama Januari 2014 bencana banjir melanda 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah, antara lain Kudus, Pati, Kebumen, Purworejo, Banyumas, Tegal, Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kendal, Demak, Kota Semarang, dan Grobogan.
Menurut Ganjar, banjir yang terjadi di beberapa wilayah tersebut tak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur tapi juga puluhan ribu hektare lahan pertanian. Namun, saat ini dia belum bisa mengkalkulasi dana yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan.
“Kami juga sudah punya dana pascabencana. Berapa dana yang dibutuhkan untuk perbaikan belum terlihat tapi jumlahnya kemungkinan bisa mencapai ratusan miliar,” katanya usai menghadiri peresmian instalasi pengolahan daur ulang sampah di kompleks Arhanudse 15, kemarin.
Saat ini, pemprov sedang menginventarisasi secara menyeluruh kerusakan yang diakibatkan bencana banjir dalam rentang dua pekan terakhir. Inventarisasi tersebut,bukan hanya infrastruktur tapi juga lahan pertanian.

“Kerusakan lahan pertanian mencapai 15 ribu hektare yang tersebar di Jepara, Kudus, Batang, Pekalongan dan wilayah lain yang terkena banjir,” imbuhnya.
Terkait perbaikan infrastruktur, politisi PDI Perjuangan ini berharap bisa dimulai pada Februari mendatang, dengan catatan intensitas curah hujan sudah menurun.
“Mungkin yang harus kami pikirkan adalah teknologi yang digunakan, misalnya dengan betonisasi. Tapi, yang pasti untuk perbaikan itu kami harus kompromi dengan cuaca dan tidak mungkin dilakukan saat curah hujan masih tinggi,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Heru Sidjatmoko mengatakan, untuk menangani bencana Pemprov telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 31 miliar untuk keperluan tanggap darurat bencana, termasuk banjir.
TRI WURYONO/SUMARNI