Bupati Serahkan Bantuan Kaki Palsu kepada Nur Usuf

KAB SEMARANG-Pemerintah Kabupaten Semarang menaruh perhatian kepada warganya yang mendapat musibah. Salah satu bentuk perhatian tersebut, ditujukan kepada Nur Usuf (26), warga RT 01, RW 03, Dusun Pancuran, Desa Piyanggan, Kecamatan Sumowono. Baru-baru ini, Bupati Mundjirin menyerahkan bantuan berupa kaki palsu kepada Nur Usuf.
Menurut bupati, bantuan terseut berasal dari perolehan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (Bazis) Kabupaten Semarang. Sehingga, dengan adanya bantuan tersebut, warga yang kesulitan bisa terkurangi beban penderitaannya.
”Perolehan zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) serta masyarakat harus terus ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan upaya sosialisasi hingga lapisan bawah,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan berupa kaki palsu, bupati juga berkesempatan memberikan bantuan beasiswa kepada siswa SD di wilayah ini. ”Setiap harta yang didapat, pasti ada hak orang lain yang membutuhkan,” terang Mundjirin.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bazis Kabupaten Semarang Munashir menambahkan, zakat dan sedekah yang diperoleh pada 2013 lalu mencapai Rp 1,67 miliar. ”Dari dana itu telah disalurkan sebesar Rp 1,273 miliar kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Diketahui, lanjut Minashir, untuk perolehan zakat, infak, dan sedekah tingkat kecamatan, paling tinggi dari Bazis Kecamatan Bringin, yakni sebesar Rp 95,8 juta. Sedangkan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kabupaten, perolehan terbanyak dari dinas pertanian perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 52,2 juta.
”Kalau dari lembaga vertikal, terbanyak dari Kemenag Kabupaten Semarang sebesar Rp 235 juta. Sementara zakat, infak, dan sedekah dari BUMD terbanyak ialah Bank Jateng Cabang Ungaran sebesar Rp 11 juta,” ujar Munashir.
Menurutnya, setelah terbentuknya unit pengumpul zakat, infak, dan sedekah (UPZIS) tingkat desa atau kelurahan di wilayah masing-masing, diharapkan perolehan zakat, infak, dan sedekah bisa lebih tinggi lagi. Sebab, dengan perolehan yang maksimal, akan semakin banyak pula masyarakat tidak mampu yang terbantu.
ALEM SAVERO/ARIES BUDI