Prabowo Capres Paling Ditolak

JAKARTA-Hasil riset Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) mencatat calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut sebagai capres paling ditolak. Namun Partai Gerindra menganggap santai hasil survei itu.
Survei yang melibatkan penilaian dari 61 pakar itu, Prabowo mendapatkan suara penolakan sebanyak 20 persen. Selain Prabowo nama Rhoma Irama, Abu Rizal Bakrie dan Megawati juga masuk kategori capres yang ditolak.
”Intinya kami tidak mempermasalahkan hasil survei tersebut, kami juga bisa membuat 20 survei yang menyebutkan Pak Prabowo di atas rangkingnya saat ini,” kata Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, dikutip Antara di Jakarta.
Dia menilai lembaga survei bisa mengarahkan pertanyaan kepada responden, misalnya siapa pelaku perusak lingkungan. Selain itu menurut dia, pertanyaan itu bisa menjurus kepada sesuatu yang tidak ada bukti sama sekali seperti menonjolkan HAM.

”Sehingga nanti arahnya bisa terkumpul bahwa pelanggaran itu adalah hal yang paling ditolak. Jadi kalau dari survei itu ditolak 20 persen berarti 80 persen meneriam Prabowo,” ujarnya.
Suhardi menilai, hasil survei dapat digunakan sebagai acuan atau referensi bagi partainya, namun bukan satu-satunya ukuran. Dia mengatakan, partainya menekankan kerja partai dalam memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.
”Tentu saja kami memiliki internal survei untuk memastikan berapa perolehan suaranya (Prabowo),” katanya.
Menurut dia, tujuan survei bisa saja untuk pencitraan dari sponsor pembuat survei.
Sementara Ketua LPP UI Hamdi Muluk mengatakan, masyarakat sudah menolak nama-nama lama dan menginginkan nama baru yang sudah terlihat kerja nyatanya.
ALI MUNTOHA