4,705 Juta Penduduk Jateng Miskin

KOTA SEMARANG-Pengamat ekonomi Undip Semarang FX Sugiyanto menilai, tingkat kemiskinan Jawa Tengah masih tinggi. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2013, jumlah penduduk miskin sebanyak 4,705 juta jiwa.
Padahal menurut dia, kriteria garis kemiskinan yang digunakan BPS sebesar Rp 261.881 per kapita per bulan. Sehingga menunjukkan belum ada penyesuaian terhadap kenaikan harga kebutuhan bahan pokok.
”Harga makanan sudah naik, sehingga seharusnya ukuran garis kemiskinan juga harus naik,” katanya kepada Antara. Menurutnya head count garis kemiskinan harus ada penyesuaian dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Apalagi inflasi Jateng juga cukup tinggi. Pada 2013, laju inflasi tahun kalender Desember 2013 dan laju inflasi year on year (Desember 2013 terhadap 2012) sebesar 7,99 atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2012 sebesar 4,24 persen.

BPS Jateng mencatat, jumlah penduduk miskin di Jateng per September 2013 sebanyak 4,705 juta jiwa (14,44 persen dari total penduduk). Jumlah itu berkurang 28,08 ribu orang (0,13 persen) dibanding jumlah penduduk msikin bulan Maret 2013 sebanyak 4,733 juta orang.
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jateng Erisman menyebutkan, dari jumlah penduduk miskin tersebut jika dirinci untuk di pedesaan meningkat 12,40 ribu orang. Yakni dari 2.821,74 ribu orang pada Maret menjadi 2.834,14 ribu orang pada September 2013.
Sementara di daerah perkotaan, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 40,48 ribu orang. Dari 1.911,21 ribu orang pada Maret 2013 menjadi 1.870,73 ribu orang pada September 2013.
Erisman menyebutkan, garis kemiskinan Rp 261.881 per kapita per bulan. Untuk di daerah perkotaan sebesar Rp 268.397 per kapita per bulan atau naik 5,34 persen dari Maret Rp 254.800 per kapita per bulan.
Sementara di daerah pedesaan garis kemiskinan yang sebelumnya Rp 256.368 per kapita per bulan hanya naik 9,00 persen dari bulan Maret yang sebesar Rp 235.202 per kapita per bulan.
ALI MUNTOHA